Logo Header Antaranews Sumbar

AJI Padang Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan

Selasa, 16 Oktober 2012 20:16 WIB
Image Print

Padang, (ANTARA) - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, mengecam kekerasan yang dilakukan oknum TNI terhadap wartawan saat meliput insiden jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI AU. Pesawat Hawk 200 tersebut jatuh di sekitar pemukiman warga RT 03, RW 03, Dusun 03, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, pada Selasa. Ketua AJI Padang Hendra Makmur di Padang, Selasa, mengatakan, kekerasan terhadap wartawan tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja, sebab jika dibiarkan maka kemungkinan akan terjadinya kekerasan serupa juga akan terjadi terus menerus. "Meski kita hanya melihat videonya saja, tapi sangat miris, melihat tindakan represif oknum TNI-AU tersebut, apalagi dilakukan di depan umum, sebab itu kita mengecam tindakan itu," kata Hendra. Dia menambahkan, tidak itu saja, perlakuan oknum TNI-AU tersebut telah mengangkangi Undang-Undang pers yang ada, serta seperti ada standar operasi prosedur yang dilakukan dalam menghadapi wartawan, sebab kejadian serupa bukan satu kali ini saja terjadi, namun telah berulang kali, seperti yang juga pernah dialami teman-teman jurnalis di Kota Padang ini. Kecaman AJI Padang terkait tindakan kekerasan terhadap wartawan di Riau tersebut, juga didasari kejadian yang terjadi di ruang publik. Sementara itu, AJI menjelaskan, dalam UU Pers No 40/1999 pasal 4 ayat (2) yang berbunyi Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelanggaran penyiaran, hal itulah yang tidak diindahkan oleh oknum terkait. "Kita meminta agar kasus ini diusut hingga tuntas, jangan sampai ada impunitas terhadap pelaku kekerasan, apalagi telah mengobrak abrik UU pers," ujarnya. Hendra menambahkan, selain kejadian tersebut, AJI juga menyoroti, proses hukum terhdap oknum TNI yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis di Kota Padang, dimana hingga saat ini belum diketahui bagaimana perkembangan penyidikannya, dimana kekerasan tersebut terjadi beberapa bulan yang lalu, saat beberapa rekan media meliput dikawasan Bungus Teluk Kabung. Sehubungan dengan itu, selain mengecam tindakan oknum TNI-AU di Riau, AJI Padang juga menjelaskan, bersama dengan aliansi lainnya di daerah itu, akan melakukan aksi solidaritas, besok (Rabu, 17/10) di bundaran Simpang Haru (Tugu Api), Kecamatan Padang Timur. Kekerasan terhadap wartawan di Riau yang mendapat kecaman dari berbagai pihak tersebut, dialami Rian FB Anggoro, pewarta Antara Biro Riau. Selain Rian, lima wartawan yang dianiaya sejumlah prajurit TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara Roesmin Norjadin tersebut adalah Didik Herwanto (fotografer Riaupos, Jawapos Grup), Fakhri Rubianto (reporter Riau Televisi), Ari (TV One), Irwansyah (reporter RTV) dan Andika (fotografer Vokal). Penganiayaan terhadap keenam wartawan itu berupa pemukulan, perampasan alat-alat kerja bahkan ada wartawan yang diinjak-injak dan dicekik. (*/eko/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026