
Serangan Pesawat Tak Berawak Tewaskan Tiga Gerilyawan

Sanaa, (Antara/Reuters) - Satu serangan pesawat tak berawak menewaskan sedikitnya tiga tersangka gerilyawan Al Qaida di Yaman Rabu malam, kata Sumber-sumber suku. Serangan menargetkan kendaraan yang diduga milik gerilyawan sedang bepergian di Kabupaten Wadi Abida dari Provinsi Tengah Maarib, sebelah timur ibu kota Sanaa, kata sumber itu kepada Reuters. Yaman adalah benteng utama Al Qaida di Jazirah Arab (AQAP), salah satu sayap gerilyawan yang paling aktif. Amerika Serikat mengakui menggunakan drone di Yaman, tetapi tidak berkomentar secara terbuka mengenai praktek ini. Sebelumnya, setidak-tidaknya 120 orang tewas di Yaman utara, Senin, dalam pertempuran gerilyawan Houthi dengan pasukan pemerintah sebelum gencatan senjata disepakati, kata pejabat Yaman, Selasa. Ahmed al-Bekry, wakil gubernur Provinsi Omran, mengatakan pesawat tempur Yaman membom sasaran, yang dikuasai petempur Houthi, dan angkatan bersenjata terlibat bakutembak dengan gerilyawan, menewaskan setidak-tidaknya 100 pejuang dan sekitar 20 tentara. Ia mengatakan pertempuran itu berakhir Senin petang setelah kedua pihak menyetujui satu gencatan senjata dan tidak ada pertempuran dilaporkan Selasa. "Situasi tenang hari ini setelah usaha-usaha penengahan oleh menteri dalam negeri," kata Bekry kepada Reuters, dan menambahkan serangan angkatan udara Yaman Senin adalah salah satu dari alasan utama bagi persetujuan Houthi pada satu gencatan senjata. Yaman dilanda kerusuhan sejak tahun 2011, ketika protes-protes massa memaksa presiden Ali Abdullah Saleh mundur. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
