Logo Header Antaranews Sumbar

BKPM Targetkan Nilai Investasi Nasional Rp465,6 Triliun

Rabu, 4 Juni 2014 21:00 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan nilai investasi baik untuk penanaman modal dalam negeri maupun asing mencapai Rp456,6 triliun pada 2014. Target nilai investasi tahun ini meningkat dari 2013 sebesar Rp398,6 triliun, kata Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal, BKPM Pusat, Farah Ratna Dewi Indriani pada acara Pelatihan Peningkatan Kemampuan Kewirausahaan Nasional dengan tema "Melalui Pelatihan Peningkatan Kemampuan Kewirausahaan Mendorong Usaha Nasional dalam Meningkatkan Investasi", di Padang, Selasa. Menurut dia, keberhasilan penamanam modal tidak terlepas dari dukungan daerah serta faktor pendukung lainnya, terutama iklim investasi yang baik. "Iklim investasi yang kondusif ini merupakan modal dasar untuk memotivasi pelaku usaha menanamkan modalnya," kata dia. Dalam upaya meningkatkan investasi, BKPM selalu mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah (UKM) serta kewirausahaan di dalam negeri. Berbagai kebijakan pun ditempuh agar UKM dan wirausaha itu tumbuh subur, sehingga mampu mengundang investor untuk menanamkan modal mereka, sehingga memberi peran dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Lebih jauh dikatakan, tujuan penanaman modal itu sendiri adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan, meningkatkan kemampuan daya saing dunia usaha nasional, meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi nasional. Mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan, mengolah ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil, baik dalam negeri maupun dari luar negeri, serta yang terutama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, BKPM memiliki misi utama untuk mendorong terciptanya iklim penanaman modal yang kondusif, meningkatkan efektivitas promosi, pelayanan, dan kerjasama penanaman modal, fasilitasi dan advokasi pelaksanaan penanaman modal, serta meningkatkan peran kelembagaan dan sistem informasi penanaman modal. "Agar misi itu tercapai, kita terus menciptakan iklim investasi yang kondusif," katanya. Untuk meningkatkan realisasi investasi ini, BKPM gencar melakukan berbagai upaya. Di antaranya meningkatkan pelayanan kepada investor dengan mempermudah proses pemberian izin, serta menerapkan sistem pelayanan investasi secara elektronik. Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Provinsi (BKPMP), Masrul Zein didampingi Kabid Promosi dan Kerjasama BKPMP, Drs. Danang Wintoro Jati, Dipl, DUM, MURP mengatakan, pihaknya akan selalu berupaya membantu dan memberi kemudahan bagi pelaku wirausaha dalam mengembangkan usaha mereka. "Salah satunya dengan melakukan pelatihan-pelatihan untuk menumbuhkembangkan dunia kewirausahaan," ujar dia. Selain itu, pihaknya bekerjasama dengan perbankan dalam hal pembinaan usaha kecil. BKPMP Sumbar akan mencari peluang mana yang bisa dikembangkan oleh pengusaha kecil tersebut. "Bank kan punya CSR. CSR ini yang akan kita arahkan untuk membantu menumbuh-kembangkan UKM dan wira usaha ini," sebutnya. Menurut laporan Ketua Pelaksana, Benny Rozaldy, pelatihan yang diikuti 100 orang peserta itu bertujuan untuk mendorong dan memperkuat kelemahan dan keterbatasan yang dihadapi oleh pengusaha nasional, dengan meningkatkan keterampilan dan managerial, khususnya bagi pelaku usaha Sumatera Barat. Pada pelatihan itu pihak panitia menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Anthoni Kusuma Wardhana, dan pengusaha sulaman Henni Adli yang bertutur tentang perjuangannya menggeluti usaha sulaman yang digelutinya. (sir)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026