
PKS Sumut Siapkan 60 Ribu Saksi

Medan, (Antara) - Partai Keadilan Sejahtera akan menyiapkan sekitar 60 ribu saksi untuk mengamankan perolehan suara di tempat pemungutan suara dalam Pemilu Presiden tahun 2014. Usai deklarasi dan pelantikan tim pemenangan pasangan Prabowo-Hatta di Sumut yang dilaksanakan di halaman Istana Maimun Medan, Selasa, Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumut HM Hafez mengakui jika jumlah itu masih kurang dari kebutuhan secara keseluruhan. Untuk memperkuat pengamanan suara di tempat pemungutan suara (TPS), pihaknya berencana akan menempatkan dua orang saksi untuk setiap TPS. Disebabkan jumlah TPS di Sumut mencapai 30.273 TPS, berarti masih ada kekurangan saksi untuk mengawasi pemungutan suara dalam pemilihan presiden yang akan dilaksanakan pada 9 Juli 2014 itu. Untuk itu, pihaknya akan membahas kondisi masih kurangnya saksi di sumut tersebut dengan parpol peserta koalisi yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Menurut dia sebelum ditugaskan untuk memantau pemungutan suara, seluruh saksi tersebut akan diberikan pelatihan agar mampu menjalankan tugas dengan benar. Selain itu, seluruh saksi tersebut juga akan dilatih tentang tata cara mengadvokasi suara mulai dari Panitia Pemungutan suara (PPS) di tingkat desa/kelurahan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK0, hingga KPU. "Bahkan akan dilatih tentang mengadvokasi suara hingga tingkat MK," katanya. Sebelumnya, Ketua Partai Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu mengatakan, tim pemenangan pasangan Prabowo-Hatta mempercayakan urusan saksi dan pengamanan suara di TPS ke PKS yang merupakan hasil kesepakatan secara nasional dari peserta koalisi. Kepercayaan tersebut muncul karena pihaknya mengakui secara jujur jika militansi saksi PKS lebih baik karena memiliki sikap disiplin dan disiapkan sejak awal. Bukti militansi dan tingkat disiplin saksi PKS itu dapat terlihat dari fenomena banyaknya peserta pemilu yang mencari data tentang hasil suara ke saksi parpol tersebut. "Kalau orang kehilangan atau tidak mendapatkan data, mencarinya ke PKS," katanya. Pemilu Presiden yang akan dilaksanakan pada 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan calon yakni Prabowo-Hatta yang didukung Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP, PKS, PBB, dan PAN. Sedangkan pasangan kedua adalah Jokowi-Hatta yang didukung lima parpol yakni PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Hanura, PKB, dan PKPI. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
