KNTI Apresiasi Agenda Kelautan Kedua Capres
Minggu, 1 Juni 2014 22:58 WIB
Jakarta, (Antara) - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia mengapresiasi agenda kelautan dan perikanan yang ditawarkan kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang mengikuti Pemilihan Umum Presiden 2014.
"Kami telah membaca, menelaah, dan memahami visi misi kedua pasangan capres. Patut disyukuri karena keduanya baik pasangan Prabowo-Hatta maupun Jokowi-JK (Jusuf Kalla) terlihat berusaha keras meyakinkan rakyat pemilih bahwa mereka memiliki perhatian terhadap agenda kelautan dan kesejahteraan nelayan," kata Pembina KNTI M Riza Damanik di Jakarta, Ahad.
Menurut Riza, secara tekstual-kuantitatif, pasangan Jokowi-JK lebih banyak memberi solusi ketimbang pasangan Prabowo-Hatta.
Meski demikian, masih menurut dia, visi visi Jokowi-JK dinilai masih belum cermat dalam memilih prioritas guna meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Ia mengingatkan masih tingginya ketergantungan Indonesia pada pangan impor, besarnya angka pengguran, serta terus meluasnya sebaran kemiskinan yang berpangkal pada kegagalan pemerintah menjadikan laut sebagai solusi kemandirian bangsa.
"Tingkat ketergantungan rakyat terhadap impor pangan dan energi terus meningkat. Situasi teraktual ini tidak direspon dengan baik oleh kedua kandidat calon presiden dalam visi misinya," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan perikanan budidaya telah menjadi basis ketahanan pangan nasional sehingga berbagai pihak mesti lebih memperhatikan sektor tersebut. "Perikanan budidaya saat ini telah menjadi basis bagi penguatan ketahanan pangan nasional," kata Dirjen Perikanan Budi Daya KKP Slamet Soebjakto.
Menurut dia, hal itu tidak terlepas dari fenomena laju pertumbuhan penduduk dunia khususnya Indonesia yang semakin pesat.
Selain itu, lanjutnya, adanya transformasi pola konsumsi masyarakat yang cenderung berbasis pada kebutuhan pangan yang aman dan sehat juga mendorong perikanan budidaya menjadi basis ketahanan pangan nasional.
"Saat ini konsumsi daging putih atau daging ikan sudah meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini mendorong peningkatan produksi perikanan untuk memenuhi kebutuhan ini," ujar Slamet.
Ia juga mengingatkan sejak Januari 2014, produk perikanan pertama kalinya secara nyata memberikan peran dominan terhadap inflasi.
Untuk itu, KKP juga terus terus mendorong pengembangan komoditas penting dan strategis sebagai upaya dalam menjamin ketersediaan dan kestabilan stok terutama di tingkat produsen seperti lele dan udang galah. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim Relawan Batch 1 tuntas bertugas di Aceh, PLN UID Sumbar apresiasi jejak pengabdian tanpa henti
12 January 2026 14:26 WIB
Wagub Sumbar apresiasi Polres Pasaman atas penangkapan pelaku penganiayaan nenek Saudah
06 January 2026 18:18 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI apresiasi respons cepat KAI Divre II Sumbar dalam penanganan dampak bencana
29 December 2025 14:41 WIB
Sentuhan kasih di Hari Ibu, KAI Divre II Sumbar berbagi apresiasi untuk penumpang perempuan
22 December 2025 17:10 WIB
Pemerintah pusat all out tangani bencana, Pemprov Sumbar apresiasi langkah cepat presiden
20 December 2025 8:09 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018