Padang Aro (Antara) - Polres Solok Selatan masih memburu pelaku pencurian ternak di Jorong Sungai Lambai Nagari Lubuak Gadang Selatan Kecamatan Sangir. "Tiga pelaku pencurian ternak tersebut sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak Senin (28/4) dan kami masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku tersebut", kata Kapolres Solok Selatan AKBP Nanang Putu Wardianto melalui Kasat Reskrim AKP Rico Fernanda, di Padang Aro, Jumat (2/5). Dia mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan polisi ke rumah keluarga pelaku yang berada di Muaralabuh, kuat dugaan komplotan maling sapi tersebut melarikan diri ke Kota Padang. "Polisi terus memburu para pelaku ke sejumlah daerah di Sumbar, termasuk ke Kabupaten Mentawai yang mukngkin dianggap sebagai tempat persembunyian yang aman dari pengejaran," katanya. Ia mengungkapkan, satu dari tiga pelaku tersebut namanya sudah dikantongi polisi dengan inisial ST (28) warga Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu. Setelah mengantongi satu nama pelaku tersebut katanya, akan memudahkan polisi melacak dua pelaku lainnya serta sopir mobil sedan merah yang telah menyelamatkan pelaku dari pengejaran warga Sangir. Pengejaran itu dilakukan warga setelah mereka membakar mobil pick up pelaku di lokasi teh Mitra Kerinci Sungailambai. Dikatakannya, polisi juga menduga residivis maling ternak tersebut telah sering beraksi di Solok Selatan sehingga masyarakat menjadi resah. Dia menambahkan, mobil pick up BA 8564 DB yang dibakar warga Sungailambai merupakan milik kakak pelaku ST yang dipinjam dengan modus mengangkut rumput untuk ternak. "Polisi akan tetap melakukan pengejaran sampai pelaku tertangkap dan dengan sudah diketahuinya nama dari salah seorang pelaku akan lebih memudahkan kita," tambahnya. Kasus maling ternak ini terjadi pada Sabtu 27/4 di Jorong Sungai Lambai Kecamatan Sangir dan diketahui oleh warga. Warga yang sudah marah akhirnya membakar mobil pick up yang digunakan oleh pelaku pencurian tetapi, ketiga orang tersebut berhasil kabur dengan mobil sedan warna merah. (**/rik/WIJ)