Nurul Arifin: Cawapres Kunci Koalisi Golkar Gerindra
Kamis, 1 Mei 2014 21:51 WIB
Jakarta, (Antara) - Politikus Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan pembahasan soal calon wakil presiden menjadi kunci ada-tidaknya koalisi antara partainya dan Partai Gerindra menjelang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014.
Nurul pada Diskusi "Membaca Peluang Poros Keempat: Mungkin atau Tidak" yang diadakan Lembaga Kajian Publik Political Communications Institute (Polcomm) di Jakarta, Kamis, menggambarkan pertemuan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang keduanya bakal calon presiden ibarat kakak dan adik.
Ia optimistis pertemuan mereka bisa berbuah koalisi asalkan ada yang mengalah untuk mengambil posisi calon wakil presiden.
Nurul yang juga Wasekjen DPP Partai Golkar olkar Nurul Arifin mengatakan bahwa jika kedua partai itu berkoalisi, bisa saja Prabowo (62 tahun) mengalah untuk Aburizal Bakrie (67 tahun) atau sebaliknya.
"Ada kalanya kakak berkorban untuk adiknya atau adik mengalah pada kakaknya," kata Nurul.
Namun, Nurul menegaskan bahwa pertemuan Aburizal Bakrie dengan Prabowo sifatnya masih cair dan baru sebatas penjajakan.
Partai Golkar dinilai memiliki skenario kedua untuk mengusulkan calon wakil presiden melihat elektabilitas Aburizal Bakrie tidak terlalu dominan sebab parpol tersebut tidak akan keluar dari koridor pemerintahan.
Direktur Polcomm Institute Heri Budianto mengatakan bahwa jika koalisi itu terwujud, mestinya Golkar memberikan "boarding pass" calon presiden kepada Prabowo karena elektabilitas Prabowo lebih baik daripada Aburizal Bakrie.
Jika tiket sudah didapatkan Prabowo, kata dia, Golkar bisa menempatkan kadernya untuk mengisi posisi sebagai cawapres.
Mengenai figur yang bisa diusung, Heri mengusulkan agar memasangkan Prabowo dengan figur muda Golkar.
Ia menilai banyak tokoh muda di Golkar yang pantas diusung sebagai cawapres untuk mendampingi Prabowo, antara lain Priyo Budi Santoso.
"Jika Prabowo Subianto dicalonkan dan Golkar berkoalisi dengan Gerindra, menurut saya Priyo Budi Santoso sangat pas diusung mendampingi Prabowo," kata doktor lulusan Universitas Gajah Mada Yogyakarta itu.
Berdasarkan survei Polcomm pada tanggal 3 April lalu, kata dia, Priyo dinilai publik sangat pantas berpasangan Prabowo Subianto.
Hal itu pun diperkuat dengan survei kualitatif Emrus Corner beberapa hari lalu terkait dengan cawapres dari Golkar yang paling sering diwacanakan media, yakni Priyo. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arif Rachman Arifin divonis 10 bulan penjara dalam kasus perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir J
23 February 2023 12:18 WIB, 2023
Arif Rachman Arifin dituntut satu tahun penjara dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J
27 January 2023 11:44 WIB, 2023
Maura Magnalia putri Nurul Arifin meninggal karena henti jantung, sempat kelelahan persiapkan wisuda
25 January 2022 13:53 WIB, 2022
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018