Panwaslu Imbau Masyarakat Awasi Penghitungan Suara
Jumat, 11 April 2014 19:12 WIB
Jakarta, (Antara) - Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Provinsi Banten Pramono Ubaid Tantowi mengimbau pengawas pemilu dan masyarakat untuk mengawasi proses penghitungan suara secara berjenjang di KPU.
"Saya mengimbau kepada masyarakat dan pengawas pemilu untuk bersama-sama mengawasi rekapitulasi penghitungan suara secara berjenjang mulai dari TPS, tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan kota, hingga ke tingkat nasional," kata Pramono Ubaid Tantowi pada diskusi "Perpektif Indonesia: Riuh Rendah Pemilu Legislatif" di Gedung MPR/DPD/DPD RI, Jakarta, Jumat.
Menurut Pramono, pengawasan itu penting agar rekapitulasi suara benar-benar valid dan tidak terjadi bias, sehingga wakil rakyat yang terpilih benar-benar merupakan representasi rakyat.
Jika rekapitulasi suara tidak diawasi secara melekat dan terjadi bias, kata dia, maka dikhawatirkan akan terjadi transaksi pengadilan suara, sehingga muncul anggota legislatif yang sebetulnya tidak mendapat kursi.
"Proses rekapitulasi suara itu harus terus diawasi di setiap tingkatan, karena dalam proses penghitungan suara itu rawan terjadinya kecurangan dengan berbagai modus," katanya.
Menurut dia, saksi dan pengawas pemilu harus punya salinan formulir C1 sebagai bukti penghitungan suara dari TPS setempat.
Terkait masih adanya sejumlah daerah yang hingga saat ini belum bisa menyelenggarakan pemungutan suara, menurut Pramono, hal itu akibat lemahnya menejemen logistik KPU, dari mulai pencetakan, penyortiran, penghitungan, pengepakan, dan pengiriman.
"Sehingga, banyak surat suara yang tertukar di antara kabupaten/kota serta ada daerah yang belum menerima logistik pemilu hingga hari penyelenggaraan," katanya.
Pramono juga menyoroti, anggaran pemilu yang terlambat cair sehingga pencetakan dan distribusi surat suara menjadi terlambat.
Dia juga menyoroti praktik politik uang yang mungkin terjadi karena sistem politik proporsional terbuka yang menerapkan calon anggota legislatif (caleg) peraih suara terbanyak yang akan terpilih sebagai anggota legislatif.
Sistem ini, kata dia, membuka ruang bagi partai politik atau caleg untuk membeli suara sebanyak-banyaknya. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
WFA Lebaran 2026 Ditetapkan, Pemerintah Imbau Perusahaan Tak Pangkas Cuti Karyawan
12 February 2026 16:03 WIB
Masih pegang girik di 2026? Kementerian ATR/BPN imbau masyarakat tak perlu khawatir
08 January 2026 16:32 WIB
Cuaca masih sulit diprediksi, Gubernur Mahyeldi imbau masyarakat tetap waspada
06 January 2026 17:58 WIB
Wako Fadly Amran imbau warga terdampak banjir relokasi sementara ke rusunawa
04 January 2026 18:51 WIB
Wako Padang Panjang imbau pengendara hati-hati melintasi Lembah Anai saat Libur Nataru
25 December 2025 10:27 WIB
Kapolsek Lubuk Basung imbau warga rayakan tahun baru secara sederhana-tertib
23 December 2025 19:04 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018