PKS: Indonesia Terbuka Bagi Capres Bukan Jawa
Minggu, 30 Maret 2014 13:48 WIB
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta. (Antara)
Sidoarjo, (Antara) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta berpendapat masyarakat Indonesia sudah terbuka bagi calon presiden yang bukan orang Jawa.
Pernyataan itu dikemukakan oleh Anis Matta saat menjadi juru kampanye terbuka PKS di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu.
Menurut Anis, masyarakat Indonesia saat ini sudah terbuka, bukan lagi memandang dari mana dia berasal, tapi dari kapasitasnya.
Dalam kampanye itu Anis bertanya kepada hadirin terkait pencalonan dirinya yang orang Bone, Sulawesi, sebagai presiden Indonesia dari PKS.
"Kalau presidennya bukan orang Jawa, bisa tidak diterima oleh Jawa Timur?" tanya dia.
Mendengar persetujuan dari massa pendukung yang mengelu-elukan namanya, Anis Matta mengucapkan terima kasih.
"Saya sudah mencium aroma kemenangan di Jawa Timur. Sepanjang jalan kaki dari hotel ke Stadiun Delta, banyak anak muda yg meyel-yelkan presiden Indonesia," kata Anis.
PKS menargetkan perolehan suara tiga besar nasional pada Pemilu Legislatif 2014 untuk menjadi pemimpin koalisi pemerintahan.
Setelah Sidoarjo, Jawa Timur, Anis dijadwalkan menjadi juru kampanye terbuka PKS di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan persiapan pemotretan foto tegak PUNA untuk dukung PTSL 2026
12 February 2026 10:38 WIB
Sebanyak 100 UMKM Terdampak Bencana di Pariaman Terima Bantuan BI--Kementerian
10 February 2026 15:34 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018