LSI: Indonesia Punya Banyak Figur Calon Presiden
Minggu, 2 Desember 2012 18:47 WIB
Yogyakarta, (ANTARA) - Indonesia sesungguhnya mempunyai banyak figur potensial untuk menjadi calon presiden 2014, kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Kuskridho Ambardi di Yogyakarta.
"Kita sebetulnya tidak sekering yang kita bayangkan, sebetulnya banyak figur-figur yang belum muncul dipermukaan," katanya usai menjadi pembicara dalam diskusi publik "Calon Presiden 2014; Upaya Peningkatan Kualitas Pilihan Pemilih" di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, figur-figur potensial akan dapat muncul dipermukaan apabila mereka memenuhi tiga dimensi kualifikasi yaitu kapabilitas, integritas dan akseptabilitas.
"Untuk masalah mereka mampu menanggapi persoalan spesifik republik, itu masalah nanti, yang penting tiga dimensi tersebut dipenuhi oleh oleh figur-figur potensial yang belum popular," katanya.
Meskipun, kata dia, bisa diprediksikan bahwa figur-figur yang mungkin banyak bermunculan sebagian besar belum tentu berasal dari unsur partai.
Persoalan berikutnya yang muncul, kata dia, adalah bergantung pada kesediaan figur untuk diajukan sebagai kandidat presiden.
"Semua tentunya bergantung kepada kesediaan mereka untuk dicalonkan, kalau mereka tidak bersedia ya tentunya tidak kita cantumkan sebagai calon-calon," ujarnya.
Rangkaian penelitian LSI selama 2012, kata dia, masih menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia belum memiliki calon nama presiden yang akan didukung.
Sesuai survei yang dilakukan kepada responden hingga Oktober 2012, dia menyebutkan, 65 persen tidak bisa menyebutkan nama calon presiden, sedangkan 35 persen mampu menyebutkan satu calon presiden.
Namun demikian mayoritas dari 35 persen tersebut, kata dia, lagi-lagi masih hanya menyebutkan nama-nama lima peringkat teratas yaitu Prabowo, Megawati, Jusuf Kalla, Aburizal Rizal Bakrie dan Surya Paloh.
Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada Ari Dwipayana mengatakan kurangnya informasi masyarakat tersebut disebabkan pendidikan politik bagi masyarakat yang kurang.
"Saat ini masyarakat memerlukan pendidikan politik dalam menyongsong pemilihan calon presiden 2014 mendatang," katanya.
Ari mengatakan peranan lembaga-lembaga survei sangat penting karena memuat informasi yang dapat dikonsumsi publik untuk menentukan kandidat pilihannya.
Menurut dia lembaga-lembaga survei yang ada saat ini seharusnya tidak hanya mensosialisasikan "rating" popularitas kandidat semata melainkan juga menyajikan kriteria-kriteria kandidat.
Di sisi lain, kata dia, para figur yang sebenarnya bersedia mengajukan diri sebagai calon presiden juga harus secara tegas mengakuinya kepada publik.
"Para figur-figur yang sebenarnya bersedia dicalonkan tersebut tidak perlu malu-malu lah untuk mengakuinya kepada publik karena pengakuan kesiapan itu bukan berarti kampanye duluan,"katanya.
Dengan demikian, kata dia, figur tersebut telah berupaya mempermudah masyarakat untuk mengidentifikasi informasi mengenai dirinya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan persiapan pemotretan foto tegak PUNA untuk dukung PTSL 2026
12 February 2026 10:38 WIB
Sebanyak 100 UMKM Terdampak Bencana di Pariaman Terima Bantuan BI--Kementerian
10 February 2026 15:34 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018