PGRI Jamin Tidak akan Jadi Alat Politik
Selasa, 18 Februari 2014 15:38 WIB
Jakarta, (Antara) - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo menjamin organisasi yang dipimpinnya tidak akan menjadi alat politik pada Pemilihan Umum 2014.
"Saya jamin PGRI tidak akan jadi alat politik pada pemilu mendatang," ujar Sulistyo usai acara konvensi pendidikan di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan, guru sangat mungkin dijadikan alat politik, karena pengaruhnya. Meskipun, Sulistyo mengakui bahwa guru kerap dibawa ke politik terutama di daerah.
Guru masih dianggap sebagai perangkat birokrasi, dan
bukan profesi.
"Di daerah banyak guru dimutasi, karena tidak mendukung bupati terpilih ketika pemilihan," jelas dia.
Di daerah pergerakan guru selalu diatur oleh para
kepala daerah. Mulai dari pembinaan hingga pemindahan dilakukan kepala daerah.
"Contohnya ada guru SD yang bisa menjadi kepala sekolah suatu SMA setelah menjadi tim sukses kepala daerah yang
bersangkutan," jelas dia.
Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, guru tidak boleh dijadikan alat politik.
"Guru mempunyai pengaruh kuat, dan bisa mempengaruhi keluarga dan lingkungannya," kata Marzuki.
Ketua DPR mengatakan, di daerah masih banyak ditemui kasus guru yang dijadikan alat politik.
"Ada satu guru di Jawa Tengah yang dipindahkan hingga ke ujung daerah. Bayangkan, dia harus menempuh empat jam perjalanan dari rumah ke tempat dia mengajar," kata Marzuki. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018