Tangerang, (Antara) - Lokasi penggerebekan oleh tim Dansus 88 di rumah kontrakan Jalan Delima I RT 2/8 No.9, Rempoa, Tangerang Selatan, Banten, hingga kini masih diberi garis polisi. Pantauan dilapangan, usai tim densus 88 melakukan penggeledahan dan membawa sejumlah barang dari dalam kontrakan, kepolisian dari Polres Jakarta Selatan memberi garis polisi. Warga sekitar yang sebelumnya diungsikan saat proses penggerebekan pun telah diperbolehkan untuk kembali ke rumahnya. "Lokasi untuk sementara sudah bisa di dekati warga kecuali rumah kontrakan yang diberikan garis polisi," kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombespol Wahyu Hadiningrat ditemui di lokasi, Rabu. Yanto, warga setempat menuturkan, dirinya diminta untuk meninggalkan rumah sejak siang hari oleh kepolisian karena akan adanya penggerebekan. Sejumlah aparat kepolisian pun tampak sudah berjaga - jaga sejak pagi hari. Lokasi penggerebekan pun telah disterilisasi. "Pokoknya warga diminta keluar semua karena akan ada penggerebekan," kata Yanto. Kini, warga pun tampak terlihat melihat lebih dekat ke lokasi penggerebekan. Sebab, tidak banyak anggota kepolisian yang berjaga. Sebelumnya, lima anggota Densus 88 Antiteror menggerebek rumah kontrakan milik terduga teroris di Jalan Delima I, RT 8/2 No. 9, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Rabu. Informasi yang diperoleh menyebutkan rumah kontrakan tersebut dihuni Dayat Kacamata yang telah tewas saat penggerebekan di Kampung Sawah. Di dalam rumah kontrakan itu Dayat Kacamata bersama rekannya diduga meracik atau membuat bom. Penggeledahan rumah kontrakan di Rempoa, merupakan pengembangan dari penggerebekan teroris di di Jalan KH Dewantoro Gang H Hasan RT 04/07 Kampung Sawah. Dari penggerebekan kelompok teroris di Kampung Sawah, enam orang dinyatakan tewas setelah baku tembak dengan Densus 88 dan satu orang ditangkap hidup - hidup. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar menuturkan, penyergapan di Ciputat itu terkait dengan penangkapan seorang terduga teroris Badri di Surakarta Jawa Tengah dan kelompok teroris berinisial A yang ditangkap polisi di Banyumas. (*/jno)