Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Rabu.
Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Sufia Nur menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang di pesisir barat Aceh hingga perairan barat Bengkulu, Samudra Hindia barat daya, Banten, perairan barat Aceh, Selat Malaka, dari Selat Karimata hingga Selat Sunda, dari Laut Jawa hingga Jawa Timur, di perairan selatan Jawa, dan di pesisir selatan Kalimantan Tengah.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.
Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di wilayah Tanjung Pinang, Surabaya, Tanjung Selor, Ternate, dan Manokwari.
Beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Medan, Bandung, Semarang, Palangkaraya, Mamuju, Kendari, Gorontalo, Ambon, Sorong, Jayapura, dan Jayawijaya.
Kota besar yang diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, yakni wilayah Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Yogyakarta Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, dan Nabire.
Pada Senin (25/5), BMKG menyebutkan memasuki periode pertengahan tahun wilayah Sumatera Utara (Sumut) diprakirakan mulai dipengaruhi oleh Angin Baratan yang cenderung bersifat kering dan kencang, ditambah lagi kelembapan udara cukup rendah.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Chrinstin Mori di Medan, Senin, mengatakan Angin Baratan yang cenderung bersifat kering dan kencang tersebut dapat menyebabkan berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari di sebagian wilayah Sumut, sehingga proses pemanasan permukaan berlangsung lebih intensif.
"Dampak yang dapat dirasakan masyarakat antara lain suhu udara pada siang hari terasa lebih panas serta adanya potensi angin kencang yang bersifat kering di beberapa wilayah," katanya.
Atas kondisi tersebut BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Idul Adha, BMKG prakirakan mayoritas kota besar berawan-hujan ringan