Jakarta (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) membentuk crisis center untuk mengawal upaya pembebasan aktivis kemanusiaan, termasuk sembilan warga negara Indonesia yang diculik Israel dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Ukhuwah, Muhammad Zaitun Rasmin dalam konferensi pers usai konsolidasi bersama ormas Islam dan lembaga filantropi di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/5).
"MUI menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo dan membentuk crisis center untuk menampung masukan misalnya dari keluarga-keluarga korban. MUI menerima masukan itu untuk menguatkan dan memberi dukungan penuh," katanya dalam keterangan di Jakarta.
Ketua Umum Wahdah Islamiyah itu juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan membuka kemungkinan bertemu langsung Presiden Prabowo Subianto apabila proses pembebasan belum segera terealisasi.
"MUI akan meminta bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto bila masalah ini tidak kunjung selesai, bila sandera tersebut belum dibebaskan dalam waktu dekat," lanjut dia.
Dalam hal ini, Zaitun juga mengajak seluruh umat untuk turut bersuara mendukung pembebasan para aktivis kemanusiaan tersebut.
Senada, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Erick Yusuf juga menyampaikan telah menyiapkan surat resmi kepada lembaga nasional maupun internasional guna memperkuat langkah diplomasi dan advokasi kemanusiaan.
"Kita juga telah menyiapkan surat-surat resmi, bukan hanya kepada pimpinan nasional, tetapi juga kepada internasional, jadi lembaga-lembaga internasional yang terkait. Jadi kita harapkan, kita ini sebagaimana yang tadi disampaikan, delapan negara kita ingin bahu-membahu, kita ingin bersama-sama," ujarnya.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah pembebasan para aktivis kemanusiaan serta memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza.
Ia menyampaikan MUI juga mengajak ormas Islam, lembaga filantropi, dan berbagai komunitas untuk bersama-sama mengawal gerakan kemanusiaan tersebut.
"Jadi seluruh lembaga yang tadi disampaikan, ormas-ormas, lembaga-lembaga filantropi, komunitas-komunitas dan lain-lainnya, mari bergabung, kalau bisa 24 atau 48 jam ini bisa selesai, dan itulah yang kita harapkan," tutur Erick Yusuf.
MUI bentuk "crisis center" kawal pembebasan 9 WNI yang diculik Israel
Kamis, 21 Mei 2026 16:19 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Erick Yusuf membacakan taujihat terkait penahanan 9 WNI oleh Israel dalam acara konsolidasi bersama ormas Islam dan lembaga filantropi di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (ANTARA/HO-MUI)
Pewarta : Sean Filo Muhamad
Editor : Laras Robert
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Crisis Care Center dan gerakan Pemuda Islam bantu tabung oksigen para pedemo
01 October 2019 5:56 WIB, 2019
Pertamina aktifkan "crisis center" untuk penanganan gempa dan penyaluran energi di Donggala
29 September 2018 6:43 WIB, 2018
Antisipasi dampak negatif terhadap pariwisata, Kemenpar aktifkan crisis center di Bali
29 June 2018 11:56 WIB, 2018
Kemenag Diminta Bentuk "Crisis Center" Hannien Tour Mengingat Banyaknya Korban
03 January 2018 11:26 WIB, 2018
Pascakebakaran Pasar Ateh, Polres Bukittinggi Buka Posko "Crisis Centre" di Jam Gadang
30 October 2017 18:18 WIB, 2017
Polres Kerahkan Bhabinkmtibmas Sosialisasikan Crisis Center Frist Travel
09 September 2017 15:24 WIB, 2017