Kota Padang, Sumbar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta pemerintah pusat melalui instansi terkait, mempercepat pemulihan daerah irigasi Anai, Kabupaten Padang Pariaman, yang terdampak bencana banjir bandang akhir 2025.
"Daerah irigasi Anai itu kemarin kan jebol tapi sekarang sudah sedikit pulih, namun belum maksimal," kata Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar Afniwirman di Padang, Sumbar, Sabtu.
Afniwirman mengatakan keberadaan irigasi Anai tersebut sangat signifikan karena mengaliri 13.600 hektare (ha) lahan persawahan di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman.
Saat ini, sedimen pasir yang menumpuk di aliran irigasi Anai tersebut masih tergolong tinggi sehingga debit air menjadi kecil.
Hal ini berdampak langsung ke ribuan ha sawah di Padang Pariaman maupun Kota Pariaman.
Oleh karena itu, ia berharap Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai V Padang memberikan dukungan percepatan pemulihan daerah irigasi Anai.
Hal ini penting karena berkaitan erat dengan upaya Kementerian Pertanian memenuhi target swasembada pangan pascabencana Sumatera.
"Jika irigasi Anai itu tidak maksimal, maka ada 13.600 ha lahan yang tidak bisa digarap maksimal. Artinya, ini lebih besar dari luasan lahan yang terdampak bencana di akhir 2025 sebesar 7.000 ha," sebut dia.
Ia menjelaskan kewenangan perbaikan dan pemulihan irigasi yang rusak akibat bencana hidrometeorologi dibagi menjadi tiga.
Untuk irigasi primer merupakan tanggung jawab dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai V.
Kemudian, untuk perbaikan irigasi sekunder akan dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumbar.
Terakhir, pemulihan irigasi tersier berada di bawah kewenangan Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar.