Simpang Empat (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) memasang kandang jebak dalam penanganan kemunculan beruang di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.
"Sejak Sabtu (14/2) BKSDA bersama COP (Centre for Orangutan Protection) telah melakukan upaya penanganan di lokasi kejadian," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar Antonius Vevri di Simpang Empat, Senin.
Upaya yang telah dilakukan, kata dia, berupa patroli, penghalauan, sosialisasi atau penyuluhan di lokasi kemunculan beruang.
"Kandang jebak juga telah kita pasang untuk menjebak beruang yang sempat melukai warga sekitarnya," kata Antonius Vevri.
Ia mengatakan kondisi saat ini di lokasi kejadian berangsur kondusif. Tim BKSDA bersama pemerintahan nagari (desa) setempat dan warga terus berupaya melakukan upaya-upaya pencarian beruang
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada ketika beraktivitas dan menghindari aktivitas sendiri-sendiri saat ini.
Kemunculan beruang itu diketahui pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 08.00 WIB. Terjadi serangan beruang terhadap warga yang sedang melaksanakan panen padi di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Talamau.
Saat kejadian para korban tengah beraktivitas di area persawahan. Seekor beruang tiba-tiba muncul dari sekitar lokasi dan menyerang warga yang berada di tempat tersebut.
Akibat peristiwa tersebut tiga orang warga mengalami luka-luka yakni Aidil Putra (20) warga Barulak Sinuruik, Sabri (65) warga Talu, Talamau, dan Maijasman (63) warga Barulak Talamau.
Setelah kejadian sebagian warga menelusuri jejak beruang di sekitar lokasi sambil menunggu kedatangan pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.
Para korban dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini korban dirawat di RSUD Pasaman Barat dan Puskesmas Talu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Beruang serang warga, BKSDA Sumbar pasang kandang jebak di Talamau