Presiden Minta Aparat Persiapan Pengamanan Perayaan Natal
Kamis, 12 Desember 2013 13:56 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta jajaran aparat keamanan untuk melakukan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat dalam rangka pengamanan rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru agar masyarakat dapat beribadah dengan aman dan tenteram.
"Saya ingin perayaan agama apapun, baik itu dilakukan oleh umat Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, semua harus dijamin keamanannya agar mereka bisa menjalankan ibadahnya dengan aman, tenteram dan penuh kebahagiaan," kata Presiden di Jakarta, Kamis.
Berbicara di Bandara Halim Perdanakusuma menjelang bertolak menuju Tokyo untuk menghadiri Pertemuan Puncak ASEAN-Jepang, Presiden juga mengingatkan aparat keamanan untuk waspada terhadap kemungkinan ada pihak tertentu memanfaatkan momentum perayaan Natal dan Tahun Baru untuk tujuan tidak baik.
"Ini tahun politik, kita sudah merasakan menghangatnya situasi politik di negeri kita...saya menyeru kepada para elit politik dan politisi untuk tetap bisa menahan diri, ada batas kepatutan dalam berkampanye pemilu misalnya. Dengan demikian rakyat tidak menjadi korban," katanya.
Untuk mengantisipasi hal itu, kata Presiden, aparat keamanan dan penegak hukum harus bekerja ekstra keras agar sekalipun situasi politik menghangat namun keamanan masyarakat tetap terjaga.
"Saya telah menerima laporan dari Kapolri tentang adanya elemen-elemen yang merancang gangguan keamanan dan ketertiban di tempat-tempat tertentu," katanya merujuk gangguan keamanan yang disebut seolah-olah berkaitan dengan pemilihan umum.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menjamin pelaksanaan pemilihan umum atau perayaan keagamaan dan perayaan hari besar dapat berlangsung dengan baik.
Sementara itu Presiden Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono beserta delegasi bertolak menuju Tokyo, Jepang, pada Kamis siang dengan menggunakan pesawat khusus A330-300 milik Garuda.
Agenda utama kunjungan kerja itu adalah untuk menghadiri Pertemuan Puncak Peringatan 40 tahun hubungan ASEAN-Jepang.
Pada pertemuan puncak peringatan 40 tahun kerja sama ASEAN - Jepang tersebut akan dibahas berbagai bidang kerja sama, khususnya implementasi ASEAN-Japan Strategic Economic Cooperation Roadmap (2012-2022), dalam rangka mendukung terwujudnya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
Presiden juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk membahas berbagai perkembangan dalam hubungan dan kerja sama kedua negara, terlebih lagi tahun 2013 merupakan peringatan 55 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jepang.
Selama di Tokyo, Presiden dijadwalkan memberikan kuliah umum mengenai arsitektur keamanan kawasan di Kensei Kinen Kaikan. Acara ini diselenggarakan oleh Japan Institute of International Affairs (JIIA), Japan-Indonesia Parliamentary League, Kementerian Luar Negeri Jepang, dan KBRI Tokyo.
Presiden beserta rombongan akan tiba di tanah air pada Minggu (15/12). Turut mendampingi Presiden Yudhoyono antara lain, Menlu Marty Natalegawa dan Seskab Dipo Alam. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hadiri halalbi halal dan penyerahan sertipikat tanah wakaf PCNU Indramayu, Menteri Nusron minta NU berikan kebermanfaatan bagi masyarakat
29 April 2026 10:24 WIB
Pemkot Pariaman minta dukungan BNPB perkuat mitigasi bencana dan percepat pemulihan
28 April 2026 17:22 WIB