Pariaman (ANTARA) - Kunjungan dari berbagai pihak ke lokasi banjir di Desa Pungguang Ladiang, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Sumatera Barat dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka batin atau 'trauma healing' akibat dampak psikologis bencana alam yang baru saja dialami warga di daerah itu. 

"Banyak yang datang, kedatangan mereka dapat mempercepat penyembuhan trauma warga. Mereka juga memberikan bantuan kepada warga kami. Namun bagi kami, sudah datang saja merupakan hal yang luar biasa apalagi membwa bantuan untuk warga kami," kata Kepala Desa Pungguang Ladiang Aulia Mardhi Arif di Pariaman, Sabtu. 

Ia mengatakan yang datang tersebut ada yang dari berbagai kelompok baik organisasi maupun komunitas. Bahkan, lanjutnya komunitas lepau atau 'lapau' yang berada di depan Stasiun Kereta Api Pariaman yaitu Lapau Os juga datang dan memberikan bantuan untuk warganya yang menjadi korban. 

Ia menyampaikan 'lapau' biasanya menjadi tempat warga Pariaman berkumpul sebagai ajang silaturrahmi dan bertukar informasi namun pada momentum ini ternyata bisa menjadi sarana mengumpulkan bantuan untuk warga yang terdampak bencana. 

"Kami mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan bantuannya. Bantuan tersebut kami bagaikan berdasarkan data korban yang telah terdata," katanya.

Ia menyebutkan setidaknya sekitar ratusan kepala keluarga di desa tersebut terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Batang Mangor pada pekan kemarin. 

Meskipun tidak ada korban jiwa, lanjutnya peristiwa banjir bandang yang merendam rumah warga di daerah itu merupakan yang terbesar yang pernah menimpa desa itu. 

Oleh karena itu, lanjutnya ia meminta pemerintah pusat segera menormalisasi Sungai Batang Mangor serta memasang tembok penahan air di sisi tebing di daerah itu karena secara bertahap arus menggerus tanah warga dan mengancam jalan yang ada di dekatnya. 

Sementara itu, juru bicara komunitas Lapau Os, Alwis Ilyas mengatakan pihaknya ingin 'lapau' tidak saja menjadi wadah silaturahmi, dialog, dan bertukar informasi namun juga harus menjadi penggerak solidaritas untuk membantu orang yang sedang membutuhkan. 

"Kami salah satu 'lapau' di Pariaman yaitu Lapau Os, merasa 'lapau' tidak saja merupakan bagian dari tempat diskusi dan silaturrahim namun juga wadah bahwa 'lapau' memiliki kepedulian terhadap masyarakat yang ditimpa musibah," ujarnya. 

Ia menyampaikan meskipun pihaknya hanya baru dapat memberikan berupa pakaian dan makanan karena merupakan yang perdana dilakukan oleh komunitas tersebut namun pihaknya berharap dapat meningkatkan semangat korban banjir. 

Diketahui kedatangan komunitas tersebut pada Jumat (5/12) disambut oleh anak-anak dengan gembira. Komunitas itu tidak saja memberikan sembako untuk korban namun juga pakaian baru. 

Alwis menyampaikan Lapau Os menyediakan minuman khas Minangkabau yaitu teh talua yang memiliki cita rasa berbeda dengan kedai lainnya di daerah itu. Setiap harinya, tambahnya puluhan pelanggan tetap dan tidak tetap datang ke kedai itu untuk menyantap kelezatan teh talua yang dirancik pemiliknya.