Simpang Empat (ANTARA) - Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat menargetkan 250 hektare tanaman jagung di daerah itu selama kuartal III atau periode Juli-September 2025 dalam rangka mendukung ketahanan pangan.

"Sebanyak 12 hektare telah kita lakukan penanaman dari 250 hektare dari target. Untuk kuartal I dan II sudah ditanam sekitar 33 haktare," kata Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto di Simpang Empat, Kamis.

Menurutnya dari tanaman jagung yang ditanam itu pihaknya sudah melakukan penanaman panen serentak sebanyak 103,8 ton.

Dia mengatakan penanaman jagung itu dilakukan di lahan masyarakat, lahan pekarangan produktif, lahan replanting atau peremajaan kelapa sawit dan menghidupkan lahan tidur.

"Kegiatan penanaman jagung itu kita berkolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan instansi terkait lainnya," ujarnya.

Pihaknya terus melakukan bimbingan dan pendampingan kepada seluruh masyarakat, tentang tanaman pangan khususnya jagung.

"Pendampingan dan bimbingan agar masyarakat memperoleh bibit yang layak tanam, perawatan dan pemupukan, sehingga pada jadwal panen memperoleh hasil yang memuaskan," sebutnya.

Juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para petani tanaman pangan bersama instansi terkait.

"Jika petani jagung meraih hasil panen yang memuaskan, tentunya akan berdampak kepada nilai ekonomisnya, sehingga percepatan target swasembada pangan di Pasaman Barat dapat terpenuhi," ungkapnya.

Pihaknya juga akan menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Bulog di Kota Bukittinggi yang akan membeli hasil jagung milik petani di Pasaman Barat.

"Jika nantinya hasil panen jagung mengalami peningkatan, tentunya harga dapat stabil, sehingga tidak menjadi kerugian terhadap petani jagung," ujarnya.