Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan memanfaatkan Nagari Creative Hub sebagai pusat pelatihan bahasa asing bagi calon Pekerja Migran Indonesia atau PMI sebelum berangkat keluar negeri.

"Sekarang itu beberapa Nagari Creative Hub di berbagai nagari (desa) sudah menjalankan pelatihan bahasa asing, dan mudah-mudahan bisa kita kembangkan lagi sebagai pusat pembelajaran bahasa asing kepada PMI," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kota Padang, Selasa.

Nagari Hub atau yang lebih dikenal Nagari Creative Hub merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sumbar yang digagas oleh Gubernur dan Wakil Gubernur setempat saat masa kampanye Pilkada serentak 2024.

Nagari Creative Hub merupakan sebuah ruang kolaborasi yang bertujuan untuk mendorong perkembangan kreativitas, dan inovasi di tingkat lokal terutama di kawasan nagari atau desa di Ranah Minang.

Mahyeldi mengatakan dengan memanfaatkan Nagari Creative Hub sebagai pusat pelatihan bahasa asing bagi calon PMI, maka diharapkan pekerja yang akan dikirim ke luar negeri mahir atau bisa menguasai bahasa asing di negara tujuan.

Hal ini juga sejalan dengan arahan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding yang meminta pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Tanah Air untuk fokus pada pelatihan bahasa asing terhadap calon PMI sebelum dikirim ke luar negeri.

"Pelayanan pembelajaran bahasa asing ini mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi. Apalagi dengan adanya digitalisasi, siapa saja dapat belajar," kata eks Wali Kota Padang itu.

Sementara, untuk perlindungan PMI, Sumbar telah membentuk satuan tugas (Satgas) perlindungan PMI yang terdiri atas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta beberapa dinas terkait termasuk Dinas Sosial serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

"Satgas ini dibentuk agar ada pengawasan khusus terhadap PMI asal Sumbar termasuk pengawasan pelaksanaan rekrutmen supaya berjalan sesuai ketentuan perundangan-undangan," ujarnya.

Ia menyebutkan hingga saat ini Provinsi Sumbar sudah mengirimkan sekitar 1.800 PMI ke beberapa negara di dunia. Ribuan pahlawan devisa itu merupakan tenaga kerja terampil dan sudah melalui semua prosedur resmi.

"Selama ini pekerja-pekerja yang dikirim ialah mereka yang terampil serta resmi dan hal itu akan terus dimaksimalkan ke depannya," ujar Mahyeldi.


Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Jefri Doni
Copyright © ANTARA 2026