Menhan: Indonesia Tambah Pasukan Perdamaian
Selasa, 1 Oktober 2013 15:46 WIB
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Indonesia dalam waktu dekat akan kembali menambah jumlah personel yang dilibatkan dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Saat ini, baru ada sekitar 1.780 personel pasukan perdamaian. Pada awal 2014, kita akan menambah lagi, sehingga jumlahnya 2.800 personil, yang diterjunkan ke sejumlah lokasi negara yang sedang berkonflik, seperti di Lebanon, Haiti, Darfur dan Kongo," kata Menhan dalam acara temu generasi muda TNI dengan para sesepuh TNI di Aula Bhineka Tunggal Ika Kementerian Pertahanan, Selasa.
Ke depannya, dijelaskan Purnomo, Indonesia juga berencana untuk segera menurunkan prajurit penjaga perdamaian ke Mali dan Suriah. Total, sebanyak 3.500 personel TNI akan ikut serta dalam menjaga misi perdamaian PBB.
"Target 3.500 personel yang terlibat dalam misi perdamaian telah dicanangkan, agar kita mencapai 10 besar dalam kontribusi memelihara perdamaian," ucap Menhan.
Selain penambahan personel, pemberangkatan pasukan perdamaian PBB asal Indonesia juga diperkuat satu skadron helikopter M-17.
Purnomo berharap Indonesia bisa masuk dalam rangking 10 besar dari operasi pemeliharaan perdamaian. Saat ini, untuk misi perdamaian dunia, posisi Indonesia baru mencapai peringkat 20 besar.
"Ini sesuai dengan impian Bapak Presiden, di mana Indonesia bisa masuk rangking 10 besar dalam misi perdamaian," tuturnya.
Kepercayaan PBB terhadap pasukan perdamaian Indonesia begitu tinggi, karena sejak pertama kali bergabung dalam misi perdamaian dunia pada tahun 1957, prajurit Kontingen Garuda selalu menunjukkan kinerja yang membanggakan dan diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.
Pada Misi PBB periode 2006-2012, TNI telah mengirimkan 1.933 personel yang tersebar di beberapa negara, dan predikat terbaik telah disandang oleh Kontingen Garuda Indonesia, yang ditandai dengan pemberian anugerah "The United Nations Medal In The Service Of Peace" dari PBB saat melaksanakan penugasan di wilayah Lebanon.
Penganugerahan medali tersebut merupakan bukti penghargaan dunia terhadap peran aktif Indonesia dalam mewujudkan dan memelihara perdamaian dunia.
Hal itu merupakan bagian dari implementasi amanat Undang-Undang Dasar 1945 dalam ikut melaksanakan ketertiban dunia, baik sebagai inisiator penyelesaian konflik antar negara, partisipasi pemberian bantuan kemanusiaan, maupun pengiriman pasukan pemelihara perdamaian, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan luas dan mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat internasional. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan persiapan pemotretan foto tegak PUNA untuk dukung PTSL 2026
12 February 2026 10:38 WIB
Sebanyak 100 UMKM Terdampak Bencana di Pariaman Terima Bantuan BI--Kementerian
10 February 2026 15:34 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018