Padang (ANTARA) - Mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan Angkatan IX Departemen Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberi penyuluhan tentang stunting

Penyuluhan mengenai stunting difokuskan pada anak usia 0-5 tahun sebagai salah satu bentuk intervensi dari permasalahan yang terjadi di RW 02 Kelurahan Koto Luar Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Kegiatan yang bertema “Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Berencana”, yang menekankan pada pemenuhan gizi, pencegahan dan penyelesaian masalah stunting, seperti rilis diterima di Padang, Selasa.

Salah seorang dosen pembimbing Hindun Mila Hudzaifah M.Tr. Keb menyebutkan, rangkaian acara yang dilakukan adalah pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) mengenai gizi, pencegahan dan penyelesaian masalah stunting, penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama secara lintas sektor dan lintas program dengan Kecamatan Pauh, Kelurahan Koto Luar dan Puskesmas Pauh pada Sabtu, 6 Januari 2024 pukul 09.00 WIB berlokasi di Masjid Laban, Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Camat Kecamatan Pauh David Ferdinand, SH, MH, kemudian dihadiri juga oleh Ketua RW 2 Eri Syanto, Dosen Preseptor dari Prodi Pendidikan Profesi Bidan Departemen Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, 
dan Ketua Dasawisma Kelurahan Koto Luar pada acara penyuluhan ditekankan bahwa pencegahan stunting pada anak 0-5 tahun itu penting.

Hindun menyatakan, jadi setiap orang tua harus memperhatikan pemenuhan gizi pada setiap anak, termasuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti menjaga kebersihan rumah, kebersihan jamban dan memastikan bahwa air yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah air yang bersih agar setiap anak terhindar dari penyakit.

Hal ini juga didukung dengan kelengkapan status imunisasi
pada anak. Selain itu, kata dia, pencegahan stunting pada anak dapat dilakukan dengan melakukan inisiasi menyusui dini.

Kemudian memberikan ASI eksklusif, melengkapi imunisasi dasar lengkap, 
menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang tepat dan pemberian MP-ASI yang tepat. 

Pada anak yang sudah tergolong stunting dapat diatasi dengan cara pemenuhan makanan tinggi protein, energi, zinc dan vitamin D, kalsium dan memperbanyak aktivitas fisik.

Penyuluhan stunting dilaksanakan berdasarkan pendataan yang dilakukan di RW 2 Kelurahan Koto Luar dimana terdapat 4,34% balita yang mengalami stunting dari total balita yang terdapat di Kelurahan Koto Luar.

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak buruk pada anak, dampak buruk jangka pendek diantaranya penurunan fungsi kognitif dan kekebalan tubuh.

Menurut dia, sedangkan dampak jangka panjang tidak hanya terhadap tumbuh kembang balita, melainkan juga pada perkembangan emosional yang berakibat pada sektor ekonomi yang akan mengalami kerugian
dan kualitas sumber daya manusia.

Justru itu, pemenuhan gizi menjadi salah satu upaya untuk pencegahan stunting pada anak 0-5 tahun. Hal ini tentunya dapat berdampak baik untuk mewujudkan anak yang sehat, cerdas dan berkualitas. Pengukuran tinggi badan pada kegiatan penyuluhan mahasiswa pendidikan profesi bidan Dapartemen Kebidanan FK Unand, didampingi sejumlah dosen di Kelurahan Koto Luar, Kec. Pauh Padang (ANTARA/HO-TPM) Dosen pembimbin lainnya Siska Bradinda Putri Sudirman, S. Keb., Bd., M. Keb, menambahkan melalui penyuluhan ini, diharapkan ada peningkatan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada anak 0-5 tahun guna mencegah terjadinya stunting.

Kegiatan ini dihadiri oleh 11 orang bayi balita dan 30 orang pasangan usia subur dengan melibatkan 28 orang mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Bidan, Dosen Pendidikan Profesi Bidan Departemen Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Preseptor dari
Puskesmas Pauh, dan petugas dari Kelurahan dan kader kesehatan kelurahan Koto Luar, Kecamatan Pauh.

Peserta pada kegiatan ini sangat antusias, hal ini dibuktikan dengan kedatangan peserta tepat waktu, banyaknya peserta yang ingin bertanya saat penyuluhan serta terjalinnya komunikasi yang efektif selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini didukung oleh Ketua Departemen yaitu Yulizawati, S. ST., M. Keb, dan Ketua Prodi yaitu Laila Rahmi, S. SiT, M. Keb serta didampingi oleh dosen pembimbing Hindun Mila Hudzaifah M.Tr. Keb dan Siska Bradinda Putri Sudirman, S. Keb., Bd., M. Keb.

Ketua Prodi yaitu Laila Rahmi, S. SiT, M menyampaikan, semoga kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pihak Akademik bekerjasama dengan sektor
wilayah (Puskesmas, Kelurahan dan Kecamatan).*
 

Pewarta : Rilis
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024