PP Muhammadiyah: Pemilu harus perkuat nilai-nilai keindonesiaan
Kamis, 28 Desember 2023 17:46 WIB
Tangkapan layar - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat mengucapkan selamat ulang tahun bagi Kantor Berita ANTARA. (ANTARA/HO-PP Muhammadiyah)
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan kontestasi pemilihan umum (pemilu) presiden dan legislatif harus memperkuat nilai-nilai keindonesiaan, bukan sebaliknya.
"Kontestasi pemilu presiden maupun pemilu legislatif diharapkan berlangsung memperkuat nilai-nilai dasar keindonesiaan," ujar Haedar Nashir dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Haedar mengingatkan soal kegigihan para pendiri bangsa dalam membangun nilai-nilai dasar keindonesiaan. Menurutnya, para pendiri negara sangat serius menyiapkan Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat.
Ia mengingatkan agar para elite dan kontestan yang maju dalam Pemilu Presiden (Pilpres) maupun Pemilu Legislatif (Pileg)untuk mengingat kembali sejarah berdirinya Indonesia. Dengan demikian, kata dia, diharapkan dinamika politik yang terjadi di masa menuju pemilu ini benar-benar menjaga marwah bangsa.
Baca juga: Timnas AMIN hormati kemandirian Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah
Dia mengaku sangat tidak ingin menyaksikan pemilu mendatang berlangsung pragmatis dan oportunistik. "Yaitu pemilu yang hanya mencari menang," ujarnya.
Menurut Haedar, penting diperhatikan adalah apa yang dilakukan setelah menang atau terpilih nanti. "Kita kan tidak mungkin menyerahkan nasib 200 juta lebih penduduk kepada elite yang hanya asal menang," katanya.
Dia menerima bahwa memang dalam pemilu pasti ada pemenangnya. Namun, kata dia, siapapun yang menang itu memang memiliki kemampuan kenegarawanan.
Di sisi lain, ia meminta agar penyelenggara pemilu, terutama KPU dan Bawaslu bisa menjaga marwah pemilu yang bermartabat. Dia tidak menginginkan pemilu mendatang diwarnai kecurangan yang dominan.
Baca juga: Forum BEM Jatim berkumpul serukan pemilu damai tanpa provokasi
Sementara itu Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengingatkan soal pentingnya nilai-nilai substansial dalam demokrasi.
"Jangan sampai demokrasi kita demokrasi zombie. Demokrasi yang berjalan tanpa ruh," kata Mu'ti.
Dia menginginkan pemilu mendatang harus berjalan secara menyenangkan, adil, jujur, dan penuh persahabatan. Mu'ti menilai edukasi politik untuk masyarakat penting sekali dijalankan oleh elemen bangsa, seperti masyarakat sipil, ormas, juga media.
Baca juga: Din Syamsudin: Warga Muhammadiyah pilih pemimpin dengan hati dan akal
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ketua PP Muhammadiyah: Pemilu harus perkuat nilai-nilai keindonesiaan
"Kontestasi pemilu presiden maupun pemilu legislatif diharapkan berlangsung memperkuat nilai-nilai dasar keindonesiaan," ujar Haedar Nashir dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Haedar mengingatkan soal kegigihan para pendiri bangsa dalam membangun nilai-nilai dasar keindonesiaan. Menurutnya, para pendiri negara sangat serius menyiapkan Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat.
Ia mengingatkan agar para elite dan kontestan yang maju dalam Pemilu Presiden (Pilpres) maupun Pemilu Legislatif (Pileg)untuk mengingat kembali sejarah berdirinya Indonesia. Dengan demikian, kata dia, diharapkan dinamika politik yang terjadi di masa menuju pemilu ini benar-benar menjaga marwah bangsa.
Baca juga: Timnas AMIN hormati kemandirian Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah
Dia mengaku sangat tidak ingin menyaksikan pemilu mendatang berlangsung pragmatis dan oportunistik. "Yaitu pemilu yang hanya mencari menang," ujarnya.
Menurut Haedar, penting diperhatikan adalah apa yang dilakukan setelah menang atau terpilih nanti. "Kita kan tidak mungkin menyerahkan nasib 200 juta lebih penduduk kepada elite yang hanya asal menang," katanya.
Dia menerima bahwa memang dalam pemilu pasti ada pemenangnya. Namun, kata dia, siapapun yang menang itu memang memiliki kemampuan kenegarawanan.
Di sisi lain, ia meminta agar penyelenggara pemilu, terutama KPU dan Bawaslu bisa menjaga marwah pemilu yang bermartabat. Dia tidak menginginkan pemilu mendatang diwarnai kecurangan yang dominan.
Baca juga: Forum BEM Jatim berkumpul serukan pemilu damai tanpa provokasi
Sementara itu Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengingatkan soal pentingnya nilai-nilai substansial dalam demokrasi.
"Jangan sampai demokrasi kita demokrasi zombie. Demokrasi yang berjalan tanpa ruh," kata Mu'ti.
Dia menginginkan pemilu mendatang harus berjalan secara menyenangkan, adil, jujur, dan penuh persahabatan. Mu'ti menilai edukasi politik untuk masyarakat penting sekali dijalankan oleh elemen bangsa, seperti masyarakat sipil, ormas, juga media.
Baca juga: Din Syamsudin: Warga Muhammadiyah pilih pemimpin dengan hati dan akal
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ketua PP Muhammadiyah: Pemilu harus perkuat nilai-nilai keindonesiaan
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Muhammad Zulfikar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenbud dan Muhammadiyah bangun kesadaran generasi muda tentang nilai sejarah
03 February 2025 20:51 WIB, 2025
PP Muhammadiyah: Moderasi beragama penting tingkatkan harmoni sosial
31 December 2024 13:13 WIB, 2024
PP Muhammadiyah minta PBB hentikan standar ganda soal perang Palestina
04 November 2023 15:03 WIB, 2023
Ketum PP Muhammadiyah: NU dan Muhammadiyah pilar strategis Islam Indonesia
06 February 2023 21:33 WIB, 2023
Pemberlakukan new normal, Muhammadiyah ingin pemerintah kaji lima hal ini
28 May 2020 20:55 WIB, 2020