Kemenhub ciptakan terwujudnya "Zero Accident" pada TSDP
Sosialisasi Keselamatan Pelayaran terus digencarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang diadakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik dengan tema "Transportasi Maju Menuju Zero Accident" di Gresik, Jawa Timur. ANTARA/HO-Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub.
Hal ini disampaikan Direktur Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan, Lilik Handoyo pada saat menjadi salah seorang pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Peran Asosiasi INFA & PORT dalam memajukan industri transportasi sungai, danau dan penyeberangan nasional’.
"Diperlukan suatu komitmen bersama baik itu regulator, operator dan juga pengguna jasa untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya sehingga pemenuhan aturan tentang keselamatan kapal," kata Lilik dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Ditambahkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal menjadi tidak lagi untuk sekedar pemenuhan tanggung jawab dan kewajiban melainkan sudah menjadi kebutuhan.
Saat ini ada beberapa permasalahan mendasarnya diantaranya, armada kapal yang tidak laik berlayar, lemahnya penerapan dan pemenuhan standar keselamatan, dan tidak adanya pengawasan keselamatan. Untuk ini, keselamatan harus menjadi budaya institusi, operator atau pemangku kepentingan. Dimulai dari evaluasi resiko (risk management), mitigasi, contingency plan hingga penerapan aturan-aturan yang harus dipenuhi oleh kapal.
Ia juga menjelaskan bahwa untuk menerapkan keselamatan pada TDSP telah diatur dalam Peraturan Menteri No. 91 Tahun 2021 bahwa zonasi di kawasan pelabuhan yang digunakan untuk melakukan angkutan terbagi atas beberapa zona. Pertama zona A, yaitu A1 loket, parkir kendaraan bagi pengantar, A2 ruang tunggu bagi calon penumpang dan A3 pemeriksaan tiket penumpang.
Lalu Zona B yang terdiri dari B1 jembatan timbang dan toll gate kendaraan, B2 antrian kendaraan yang akan menyeberang dan B3 untuk area muat kendaraan siap masuk kapal/pemeriksaan tiket kendaraan.
Lalu zona selanjutnya, kata Lilik adalah Zona C yang terdiri Dermaga dan fasilitasnya, Bunker BBM, Fasilitas Air Tawar, Fasilitas yang ditetapkan sebagai fasilitas vital. Selanjutnya Zona D yang merupakan wilayah khusus terbatas dan area komersil. Terakhir Zona E yang merupakan area parkir kendaraan yang sudah memiliki tiket namun belum waktunya masuk Pelabuhan Penyeberangan.
“Lalu untuk meningkatkan keselamatan, maka pemerintah telah mengatur dalam proses naiknya kendaraan ke atas kapal penyeberangan. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri nomor 103 tahun 2017. Dimana setiap pelabuhan penyeberangan wajib menyediakan fasilitas portal dan jembatan timbang,” katanya.
Fasilitas portal, katanya, sebagaimana dimaksud adalah memiliki ketinggian yang disesuaikan dengan tinggi geladak kapal pada lintasan. Dan kendaraan yang mengangkut barang berbahaya wajib melaporkan kepada Operator Pelabuhan
Barang Berbahaya
Terkait kendaraan yang mengangkut barang berbahaya dan beracun (B3), kata Lilik, pihaknya mempunyai rujukan dari Undang-Undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran. Dimana operator kapal wajib lapor ke Syahbandar sebelum kapal yang akan mengangkut barang berbahaya tiba. Lalu Syahbandar melakukan pengawasan bongkar muat barang berbahaya.
Sedangkan operator pelabuhan wajib menyediakan tempat penyimpanan atau penumpukan barang berbahaya dan barang khusus untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas barang di pelabuhan.
Dalam aturan tersebut juga ada sanksi bagi pihak-pihak yang melanggar. Jika mengangkut B3 tidak sesuai spesifikasi ada pidana 3 tahun dan denda Rp400 juta. Jika menyebabkan kerugian harta maka pidana 4 tahun dan denda Rp500 juta dan jika menyebabkan kematian dan kerugian harta maka pidana 10 Tahun dan denda Rp1,5 miliar.
Tidak hanya itu, tambahnya, bagi kendaraan yang tidak melakukan pemberitahuan kepada syahbandar maka akan terkena pidana enam bulan dan denda Rp100 juta. Hal serupa bagi Nakhoda yang melakukan bongkar/muat barang berbahaya tanpa persetujuan Syahbandar akan terkena pidana enam bulan dan denda Rp100 juta.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ditjen Hubdat ciptakan terwujudnya "Zero Accident" pada TSDP
Pewarta : Ahmad Wijaya
Editor : Muhammad Zulfikar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Pasaman Barat berikan penghargaan ke perusahaan zero accident
12 February 2025 18:24 WIB, 2025
PT Agrowiratama-unit PKS kembali terima penghargaan zero accident (K3) Tahun 2024
24 September 2024 16:56 WIB, 2024
Lima Tahun BUMN di Kepemimpinan Erick Thohir, PLN UID Sumbar raih penghargaan "Zero Accident"
24 September 2024 12:07 WIB, 2024
Ungkap rasa syukur mencapai "Zero Accident" 2023, PLN nyalakan listrik gratis 199 keluarga prasejahtera
29 January 2024 9:28 WIB, 2024
Apel bulan K3 Nasional 2024, PLN berkomitmen wujudkan Zero Accident sepanjang tahun
25 January 2024 19:27 WIB, 2024
Konsisten kawal K3, PLN Sumbar raih penghargaan zero accident dan penanggulangan COVID-19
25 May 2022 16:11 WIB, 2022
Sebelas perusahan sawit di Pasaman Barat terima penghargaan tanpa kecelakaan kerja
21 April 2019 10:46 WIB, 2019