Lubuk Sikaping (ANTARA) -
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pasaman Sabar AS punya satu resep untuk menekan angka stunting (gagal tumbuh pada anak), yaitu dengan cara menghindari pernikahan dini.
 
"Menikahlah ketika benar-benar sudah siap untuk itu, baik secara fisik atau pun secara psikis," ujar Sabar AS di acara pencegahan stunting dari hulu melalui PIK Remaja di SMK Harsa Panti, Sabtu.
 
Menurut Sabar AS, bila seseorang menikah atau memasuki jenjang berumah tangga dalam kondisi yang sudah siap, maka diyakini dari keluarga itu akan lahir anak-anak dengan bekal nutrisi dan gizi yang cukup.
 
"Beda dengan anak-anak yang dilahirkan dari pasangan orangtua yang tidak siap, menurut mantan anggota DPRD Sumbar itu, bukan tidak mungkin akan lahir anak-anak yang bermasalah seperti kasus gagal tumbuh (stunting)," katanya.
 
Makanya, menurut Sabar AS mengharapkan para siswa untuk fokus menurut ilmu, kelak diharapkan akan punya ilmu dan keterampilan yang cukup untuk menjadi bekal dalam mengharungi kehidupan.
 
"Bekal ilmu dan keterampilan itu sebagai sesuatu yang mahal dan sangat berharga. Untuk mendapatkannya memerlukan proses yang panjang, yang menelan waktu, tenaga dan pikiran," katanya.
 
"Tapi itu sesuatu yang harus dikejar dan diupayakan. Caranya antara lain dengan fokus belajar dan menuntut ilmu dan menghindari hal-hal yang tidak perlu," katanya.
 
Termasuk menikah ketika usia dinilai belum cukup untuk itu. Ia juga meminta para siswa untuk menghindari penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, termasuk juga seks bebas.
 
Sabar juga mengatakan, berbagai program telah dilakukan oleh Pemkab Pasaman agar anak-anak daerah ini memiliki peluang untuk menuntut ilmu di berbagai lembaga pendidikan yang ada. 
 
"Pendidikan 11 tahun gratis, beasiswa, dan lainnya. Tinggal lagi memanfaatkan peluang yang ada," katanya.
 
Pihaknya mengakui dari 14 persen target penanganan stunting yang digariskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kondisi di Kabupaten Pasaman masih tergolong cukup berat untuk pencapaiannya.
 
"Sebab, angka stunting terakhir di daerah ini masih cukup tinggi, tercatat 28,9 persen. Masih ada beban 14 persen lebih lagi agar target penanganan stunting yang dibebankan oleh pemerintah pusat bisa tercapai. Ini tidak mudah," tutupnya.

Pewarta : Heri Sumarno
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024