Padang (ANTARA) - Prodi Teknologi Pendidikan (TP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) bekerjasama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Barangin Kota Sawahlunto, Sumbar, menggelar pelatihan media pembelajaran berbasis Information Technology (IT) bagi guru.

Kegiatan itu, bagian untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka belajar di Sekolah Dasar yang diikuti sebanyak 47 guru di daerah tersebut, beberapa waktu lalu.

Ketua PGRI Cabang Barangin Kota Sawahlunto, Antoni Bagadang, S.Pd menjelaskan bahwa pelatihan media pembelajaran berbasis IT sangat dibutuhkan bagi guru-guru dalam untuk mengotimalkan pembelajaran digital.

Menurut dia, guru-guru di Sawahlunto khususnya saat ini sudah mengimplementasikan kurikulum merdeka di sekolahnya dan beberapa di antaranya sudah dilatih tentang implementasinya seperti penerapan metode dan media pembelajarannya.

Namun diakui Anton pelatihan tersebut masih terbatas untuk beberapa guru. Dia menjelaskan di Kota Sawahlunto sedikitnya ada 800 guru mulai dari jenjang SD-SMA dan masih membutuhkan pelatihan dan sosialisasi tentang kurikulum merdeka.

 "Kerjasama dengan UNP khususnya sebagai penghasi guru sangat kami harapkan," ujarnya. 

Pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis IT dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto yang diwakili oleh Kabid Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal (PNF), Desrifahmi, M.Pd menghadirkan narasumber Dr. Abna Hidayati, M.Pd, dan Andra Saputra, M.Pd Dosen Prodi Teknologi Teknologi Pendidikan, UNP. 
  Salah seorang dosen FIP Dr. Abna Hidayati menyampaikan materi dihadapan peserta pelatihan media pembelajaran kurikulum merdeka berbasis teknology. (ANTARA/HO-FIP)
Acara juga dihadiri oleh Ketua K3S Kec. Barangin, Azwarli, S.Pd dan Kepala SD 02 Sapan. Syafrijal, S.Pd. Dilaksanakan tanggal 26 Agustus- 30 Oktober 2023. 

Ketua Pengabdian Masyarakat, Prof. Dr. Alwen Bentri, M.Pd menjelaskan bahwa, kegiatan pelatihan dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang sebelumnya dilakukan, bahwa dominan guru masih menggunakan media konvensional dalam mengajar. 

Padahal jika menggunakan media pembelajaran berbasis IT proses belajar mengajar akan berlangsung menarik bagi anak khususnya siswa sekolah dasar. 

Menurut Prof. Alwen, kegiatan pelatihan ini akan berlangsung 35 JP yang dilakukan secara blanded yakni ofline dan online melalui zoom meeting. 

Prof Alwen menjelaskan prodi Teknologi Pendidikan konsern untuk mengembangkan model, strategi serta media pembelajaran khususnya mendukung implementasi kurikulum merdeka.

 "Kami membuka diri untuk bekerjasama dengan semua pihak, khususnya praktisi pendidikan dalam pengembangan kurikulum dan teknologi pembelajaran,". 

Lebih lanjut dijelaskan oleh Prof. Alwen saat ini prodi TP dipercaya untuk membuka program pendidikan Recognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada jenjang S1 dan S2. 
  Peserta pelatihan media pembelajaran kurikulum merdeka berbasis teknology informasi foto bersama. (ANTARA/HO-FIP)
Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melanjutkan kuliah ke Prodi TP S1 dan S2 dengan waktu yang lebih singkat karena adanya recognisi atau pengakuan terhadap pengalaman belajar yang relevan dan dilakukan sebelumnya.

Terkait pelatihan media ini, menurut Prof. Alwen, akan dihasilkan produk media pembelajaran berbasis IT yang bisa dimanfaatkan guru dalam proses pembelajarannya. 

 

Pewarta : Rls-FIP
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024