Padang (ANTARA) -
Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang menggelar pekan pelayanan publik dengan cara unik dengan menggunakan pakaian adat Minangkabau.
 
"Kita sengaja menggunakan pakaian adat saat memberikan sosialisasi tentang pelayanan SKIPM kepada pelaku usaha sesuai dengan arahan Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM)," kata Kepala SKIPM Padang, Abdur Rohman di Padang, Rabu.
 
Ia mengatakan dalam pekan pelayanan publik 7-13 Agustus 2023 itu, seluruh SKIPM di Indonesia diminta untuk mengedepankan kearifan lokal. SKIPM Padang memilih menggunakan pakaian adat Minangkabau.
 
"Kita juga menyajikan kuliner khas Minangkabau bagi masyarakat dan pemilik usaha yang datang untuk mendapatkan pelayanan," katanya.
 
Terkait pekan pelayan publik itu, SKIPM Padang menurutnya menggelar sosialisasi tentang standar pelayanan berdasarkan aturan terbaru yaitu KEP BKIPM Nomor 27 tahun 2023.
 
Juga disosialisasikan transformasi layanan inspeksi dan sertifikasi Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) dan sertifikasi HACCP yang semula dilakukan secara manual secara bertahap telah beralih menjadi CKIB online dan HCCAP online (HONEST).
 
“Kita telah melaksakan HONEST untuk mempercepat proses penerbitan sertifikat HACCP yang semula 54 hari menjadi 10 hari, dan untuk sertifikat CKIB yang semula 10 hari menjadi 7 hari,” ujarnya.
 
Menurutnya SKIPM beserta jajarannya akan dapat memberikan pelayanan terbaik yakni pelayanan yang efektif, efisien, transparan dan berkualitas kepada pengguna layanan.
 
Hal ini juga sebagai momentum untuk menunjukkan budaya kerja petugas pelayanan karantina ikan yang disiplin, ramah, efisien, dengan berkompetensi sesuai dengan tugas dan fungsinya.*

Pewarta : Miko Elfisha
Editor : Mario Sofia Nasution
Copyright © ANTARA 2024