Wamenkeu Suahasil: Simbara jadi sistem pertama integrasikan data minerba
Rabu, 28 Juni 2023 15:20 WIB
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/2/2023). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.)
Jakarta (ANTARA) - Wamenkeu Suahasil Nazara mengungkapkan aplikasi Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian Lembaga (Simbara) merupakan sistem pertama yang mengintegrasikan proses bisnis, sistem, dan data mineral dan batu bara (minerba) secara komprehensif dari hulu ke hilir.
Aplikasi itu merupakan inisiasi dari Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Simbara ini merupakan platform integrasi yang kami bangun supaya para pelaku usaha minerba lebih mudah bekerja. Caranya, seluruh pelaku usaha memasukkan data melalui single entry data saja," ungkap Suahasil dalam acara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2023, seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Wamenkeu mengatakan bahwa pada masa lalu, para pelaku usaha minerba harus melakukan banyak sekali registrasi atau mekanisme penginputan di berbagai macam aplikasi yang berbeda-beda karena regulatornya berbeda.
Hal tersebut pun bisa dipermudah dengan hanya melakukan satu kali input melalui aplikasi Simbara karena aplikasi ini merupakan sebuah ekosistem yang mengintegrasikan pengelolaan minerba dari hulu ke hilir mulai dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kemenkeu, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Bank Indonesia.
Dengan demikian, jika dahulu pelaku usaha menginput data ke aplikasi kementerian/lembaga satu per satu, saat ini penginputan data minerba bisa dilakukan ke satu tempat, sehingga dokumen fisik bisa diganti dengan dokumen elektronik.
"Akhirnya, kalau teman-teman di birokrasi melakukan pengawasan, maka pengawasan itu bisa lebih mudah karena single source of truth-nya ada di aplikasi Simbara ini," tuturnya.
Ia menjelaskan keunikan Simbara adalah mewujudkan lima pilar pengelolaan sumber daya alam Indonesia, yaitu penelusuran aliran dokumen, barang, uang, pengangkutan, dan entitas/orang secara real time.
Simbara memiliki tingkat adaptabilitas yang sangat tinggi pada sektor lainnya dan saat ini telah menjadi prototipe integrasi sistem hulu hilir pada pengelolaan sumber daya alam sektor kehutanan dan perikanan.
Simbara juga dapat direplikasi kementerian/lembaga lain dari gagasannya untuk mengintegrasikan pengelolaan dari hulu ke hilir untuk tata kelola komoditas atau pelayanan publik lainnya, terutama komoditas atau pelayanan publik yang pengelolaannya melibatkan lebih dari satu kementerian/lembaga.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenkeu: Simbara jadi sistem pertama integrasikan data minerba
Aplikasi itu merupakan inisiasi dari Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Simbara ini merupakan platform integrasi yang kami bangun supaya para pelaku usaha minerba lebih mudah bekerja. Caranya, seluruh pelaku usaha memasukkan data melalui single entry data saja," ungkap Suahasil dalam acara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2023, seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Wamenkeu mengatakan bahwa pada masa lalu, para pelaku usaha minerba harus melakukan banyak sekali registrasi atau mekanisme penginputan di berbagai macam aplikasi yang berbeda-beda karena regulatornya berbeda.
Hal tersebut pun bisa dipermudah dengan hanya melakukan satu kali input melalui aplikasi Simbara karena aplikasi ini merupakan sebuah ekosistem yang mengintegrasikan pengelolaan minerba dari hulu ke hilir mulai dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kemenkeu, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Bank Indonesia.
Dengan demikian, jika dahulu pelaku usaha menginput data ke aplikasi kementerian/lembaga satu per satu, saat ini penginputan data minerba bisa dilakukan ke satu tempat, sehingga dokumen fisik bisa diganti dengan dokumen elektronik.
"Akhirnya, kalau teman-teman di birokrasi melakukan pengawasan, maka pengawasan itu bisa lebih mudah karena single source of truth-nya ada di aplikasi Simbara ini," tuturnya.
Ia menjelaskan keunikan Simbara adalah mewujudkan lima pilar pengelolaan sumber daya alam Indonesia, yaitu penelusuran aliran dokumen, barang, uang, pengangkutan, dan entitas/orang secara real time.
Simbara memiliki tingkat adaptabilitas yang sangat tinggi pada sektor lainnya dan saat ini telah menjadi prototipe integrasi sistem hulu hilir pada pengelolaan sumber daya alam sektor kehutanan dan perikanan.
Simbara juga dapat direplikasi kementerian/lembaga lain dari gagasannya untuk mengintegrasikan pengelolaan dari hulu ke hilir untuk tata kelola komoditas atau pelayanan publik lainnya, terutama komoditas atau pelayanan publik yang pengelolaannya melibatkan lebih dari satu kementerian/lembaga.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenkeu: Simbara jadi sistem pertama integrasikan data minerba
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor : Muhammad Zulfikar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ribuan jamaah padati halaman GOR Tuanku Rao, Pasaman ikuti tabligh akbar ustad Ucay Batubara
10 October 2025 11:23 WIB
Bagian WTBOS, delegasi negara asing dan Kemenbud akan kunjungi stasiun kereta api Padang Panjang
22 August 2025 17:39 WIB
Kemenko PMK bangun kolaborasi perkuat tata kelola Warisan Dunia Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto
02 August 2025 22:39 WIB
Tabligh Akbar Pemko Padang Bersama Ucay Batubara, Terkumpul Rp. 100 Juta untuk Palestina
13 December 2024 12:04 WIB, 2024
Tiga seni instalasi "warisan dunia" dipamerkan di Bandara Minangkabau
17 September 2024 20:16 WIB, 2024
Dewan Pakar Golkar beberkan kemungkinan alasan Airlangga undurkan diri
11 August 2024 20:59 WIB, 2024
Selain temukan sopir angkutan batu bara nakal, Gubernur Jambi juga kesal tak ada petugas Satpol PP dan Dishub
16 March 2023 17:12 WIB, 2023