Kerugian dan kerusakan dampak bencana alam di Solok Selatan Rp10,6 miliar
Senin, 20 Maret 2023 15:16 WIB
Warga Kampung Tarandam, Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan berdiri melintas di jalan yang terendam banjir, Minggu. (ANTARA/Joko Nugroho)
Padang Aro (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mencatat kerugian dan kerusakan akibat banjir dan longsor yang melanda daerah itu pada Minggu (19/3) mencapai Rp10,6 miliar.
Kepala Bidang Rehab Rekon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Alvino Sendra, di Padang Aro, Senin, mengatakan banjir dan longsor yang terjadi di enam kecamatan mengakibatkan kerusakan senilai Rp3,7 miliar dan kerugian Rp6,9 miliar.
"Kami masih merinci dan mengumpulkan data untuk mengajukan proposal ke pemerintah pusat guna perbaikan yang rusak akibat banjir dan longsor," ujarnya.
Ia mengatakan infrastruktur yang rusak parah tidak ada hanya saja tetap ada yang perlu perbaikan sehingga harus ditinjau dulu.
Untuk kerugian, katanya merupakan yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat dan terdampak banjir, kebanyakan lahan pertanian masyarakat.
Sedangkan kerusakan, katanya berupa infrastruktur yang terdampak dan banjir pada Minggu. "Ada beberapa pinggiran sungai yang rusak," katanya
Akibat banjir dan longsor, katanya, sebanyak 884 kepala keluarga dengan 3.322 jiwa terdampak yang tersebar di enam kecamatan.
Selain itu puluhan hektare lahan pertanian rusak bahkan banyak yang berakibat gagal panen sehingga kerugian masyarakat tinggi.
Sedangkan akibat banjir dan longsor dua unit rumah masyarakat di Karang Hitam Kecamatan Pauah Duo mengalami rusak sedang.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terutama yang bermukim di kawasan rawan banjir dan longsor karena curah hujan masih tinggi.
Kepala Bidang Rehab Rekon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Alvino Sendra, di Padang Aro, Senin, mengatakan banjir dan longsor yang terjadi di enam kecamatan mengakibatkan kerusakan senilai Rp3,7 miliar dan kerugian Rp6,9 miliar.
"Kami masih merinci dan mengumpulkan data untuk mengajukan proposal ke pemerintah pusat guna perbaikan yang rusak akibat banjir dan longsor," ujarnya.
Ia mengatakan infrastruktur yang rusak parah tidak ada hanya saja tetap ada yang perlu perbaikan sehingga harus ditinjau dulu.
Untuk kerugian, katanya merupakan yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat dan terdampak banjir, kebanyakan lahan pertanian masyarakat.
Sedangkan kerusakan, katanya berupa infrastruktur yang terdampak dan banjir pada Minggu. "Ada beberapa pinggiran sungai yang rusak," katanya
Akibat banjir dan longsor, katanya, sebanyak 884 kepala keluarga dengan 3.322 jiwa terdampak yang tersebar di enam kecamatan.
Selain itu puluhan hektare lahan pertanian rusak bahkan banyak yang berakibat gagal panen sehingga kerugian masyarakat tinggi.
Sedangkan akibat banjir dan longsor dua unit rumah masyarakat di Karang Hitam Kecamatan Pauah Duo mengalami rusak sedang.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terutama yang bermukim di kawasan rawan banjir dan longsor karena curah hujan masih tinggi.
Pewarta : Erik Ifansya Akbar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Solok tinjau dan salurkan bantuan korban kebakaran di Simpang Rumbio
05 February 2026 19:43 WIB
Wawako Solok buka pelatihan dasar CPNS Kota Solok tahun 2026 sebanyak 111 orang
05 February 2026 19:35 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB