Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi mendukung upaya pemberantasan polio di  Sumatera Barat melalui "Crash Program Polio" yang disepakati bersama pimpinan daerah di Kota Padang, Selasa.

Sekda Buktitinggi, Martias Wanto di Bukittinggi, Selasa, menjelaskan Crash Program Polio merupakan kegiatan pemberian imunisasi polio tambahan pada sasaran tanpa memandang status dan interval imunisasi sebelumnya baik imunisasi rutin maupun Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

"Kegiatan ini dilaksanakan pada wilayah yang memerlukan intervensi secara cepat untuk mencegah penularan virus polio, Alhamdulillah sampai saat ini, belum ditemukan kasus polio di Kota Bukittinggi," katanya.

Menurutnya untuk langkah antisipasi Pemkot Bukittinggi sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap waspada. 

"Kemudian kami imbau warga untuk ikut imunisasi serentak tanggal 6 hingga 13 Maret 2023 di Posyandu, Poskeskel, Posbindu dan Paud terdekat,” ujar Sekda didampingi Kadis Kesehatan, Linda Faroza dan Kabag Tapem Setdako, Mihandrik.

Ia menyebut, saat pelaksanaan Crash Program Polio dilakukan pemberian satu dosis Imunisasi bivalent Oral Pollo Vaccine (bOPV) dan empat dosis imunisasi Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV).

Imunisasi bOPV ditujukan untuk seluruh anak usia 0 sampai dangan 59 bulan, sedangkan imunisai IPV ditujukan untuk seluruh anak usia empat sampal dengan 59 bulan.

Provinsi Sumatra Barat menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang berdasarkan hasil risk assessment dikategorikan sebagai provinsi yang berisiko tinggi terhadap penularan virus polio.

Berdasarkan rekomendasi WHO, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan Komite Ahli Eradikasi Polio, dibutuhkan upaya berupa kegiatan crash program polio yang dilaksanakan untuk menutup kesenjangan imunitas.

Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar, juga memberikan dukungan penuh terhadap pemberian imunisasi polio. 

"Hal ini telah dirapatkan dengan MUI se Sumatra Barat sehingga imunisasi ini aman diberikan pada anak, untuk mengantisipasi dampak buruk polio," katanya.

Advokasi, Sosialisasi dan Penguatan crash program Polio dari Kementerian Kesehatan, dibuka oleh Gubernur Sumbar dan ditandatangani komitmen Wali Kota dan Bupati sebagai upaya dalam mempertahankan status Indonesia dan Sumbar Bebas Polio.