Sumbar dukung pengelolaan ekowisata di perhutanan sosial
Sabtu, 18 Februari 2023 20:49 WIB
Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi mendampingi Gubernur Mahyeldi. (ANTARA/Miko Elfisha)
Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung pengelolaan ekowisata yang dikembangkan di dalam kawasan hutan melalui skema perhutanan sosial. Sumbar setidaknya telah memiliki tujuh ekowisata yang dikembangkan di kawasan perhutanan sosial.
"Sumbar punya potensi ekowisata yang besar. Banyak potensi seperti air terjun, bentang alam maupun sungai yang indah di daerah itu, tetapi tersembunyi dalam hutan. Dengan perhutanan sosial ini bisa dikembangkan," kata Kepala Dinas kehutanan Sumbar, Yozarwardi di Padang, Sabtu.
Ia mengatakan saat ini sudah ada tujuh ekowisata yang dikembangkan dalam kawasan perhutanan sosial dan telah mampu menarik ribuan wisatawan untuk datang.
Tujuh ekowisata itu masing-masing dikelola di Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Beringin Sakti, Hkm Solok Rajo, Hutan Nagari (HN) Salibutan, HN Simarasok, HN Taram, HN Sumpur Kudus dan HN Sambungo.
Saat ini juga tengah dikembangkan tujuh titik lagi untuk ekowisata yaitu Hkm Sungai Tuo Kabupaten Sijunjung, Hutan Nagari Taram Kabupaten Limapuluh Kota, Hutan Nagaru Sungai Buluah Padang Pariaman dan Hutan Nagari Pasia Laweh di Kabupaten Agam.
"Ke depan kita akan terus kembangkan potensi ini agar bisa mendorong perekonomian masyarakat sekitar hutan," katanya.
Selain untuk ekowisata, kawasan Perhutanan Sosial di Sumbar juga dikembangkan untuk usaha lain seperti pertanian dan perkebunan.
Beberapa perkebunan dalam kawasan hutan sosial seperti Solok Radjo bahkan telah berhasil mengekspor produk kopi hingga Amerika Serikat.
Hingga awal 2023, terdapat 199 kawasan yang masuk dalam perhutanan sosial di Sumbar. Sementara capaian luas Perizinan Perhutanan Sosial di Sumbar mencapai 271.745 hektare.
Tahun 2023 dialokasikan 50 ribu hektare lahan hutan juga akan dikelola dengan skema Perhutanan Sosial.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Sumbar dukung pengelolaan ekowisata di perhutanan sosial
"Sumbar punya potensi ekowisata yang besar. Banyak potensi seperti air terjun, bentang alam maupun sungai yang indah di daerah itu, tetapi tersembunyi dalam hutan. Dengan perhutanan sosial ini bisa dikembangkan," kata Kepala Dinas kehutanan Sumbar, Yozarwardi di Padang, Sabtu.
Ia mengatakan saat ini sudah ada tujuh ekowisata yang dikembangkan dalam kawasan perhutanan sosial dan telah mampu menarik ribuan wisatawan untuk datang.
Tujuh ekowisata itu masing-masing dikelola di Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Beringin Sakti, Hkm Solok Rajo, Hutan Nagari (HN) Salibutan, HN Simarasok, HN Taram, HN Sumpur Kudus dan HN Sambungo.
Saat ini juga tengah dikembangkan tujuh titik lagi untuk ekowisata yaitu Hkm Sungai Tuo Kabupaten Sijunjung, Hutan Nagari Taram Kabupaten Limapuluh Kota, Hutan Nagaru Sungai Buluah Padang Pariaman dan Hutan Nagari Pasia Laweh di Kabupaten Agam.
"Ke depan kita akan terus kembangkan potensi ini agar bisa mendorong perekonomian masyarakat sekitar hutan," katanya.
Selain untuk ekowisata, kawasan Perhutanan Sosial di Sumbar juga dikembangkan untuk usaha lain seperti pertanian dan perkebunan.
Beberapa perkebunan dalam kawasan hutan sosial seperti Solok Radjo bahkan telah berhasil mengekspor produk kopi hingga Amerika Serikat.
Hingga awal 2023, terdapat 199 kawasan yang masuk dalam perhutanan sosial di Sumbar. Sementara capaian luas Perizinan Perhutanan Sosial di Sumbar mencapai 271.745 hektare.
Tahun 2023 dialokasikan 50 ribu hektare lahan hutan juga akan dikelola dengan skema Perhutanan Sosial.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Sumbar dukung pengelolaan ekowisata di perhutanan sosial
Pewarta : Miko Elfisha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Kabar cabai rawit terkini, Bapanas sebut ongkos distribusi tentukan harga
16 February 2026 14:27 WIB
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB