Forum UMKM Pasaman Barat benahi usaha secara bertahap
Sabtu, 18 Februari 2023 18:30 WIB
Forum UMKM Ikraf Pasaman Barat saat melakukan kegiatan studi tiru pembelajaran pemasaran produk ke salah satu UMKM unggul di Kabupaten Lima Puluh Kota beberapa waktu lalu. (Antara/ Altas Maulana)
Simpang Empat (ANTARA) - Forum Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Komunitas Industri Kreatif Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, terus berupaya membenahi usaha dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha yang ada.
Ketua Forum UMKM Komunitas Industri Kreatif Pasaman Barat Ade Media Saputra di Simpang Empat, Sabtu, mengatakan saat ini anggota utama forum 74 UMKM dan 220 anggota muda yang terus dilakukan pembinaan.
Dalam memajukan usaha anggota forum melakukan pertemuan bulanan dan berbagi pengalaman dalam memajukan usaha di masa pandemi ini.
Selain itu juga melakukan studi tiru peningkatan usaha ke berbagai UMKM yang tergolong maju di beberapa daerah di Sumbar, salah satunya di Payakumbuh.
"Kita juga mempelajari ilmu dan pengalaman terkait pemasaran produk melalui digital marketing seperti media sosial, e-commerce dan lainnya," ujarnya
Pihaknya juga terus meningkatkan kemampuan tentang langkah dan strategi khusus dan tepat melaksanakan penjualan online, seperti memahami pengaruh foto produk dalam memasarkan produk melalui digital marketing.
Untuk itu, Forum UMKM juga membuat akun media sosial untuk memperkenalkan produk-produk hasil dari anggota Forum UMKM itu sendiri yang bertujuan untuk mempromosikan produk anggota dan juga sebagai media pemasaran produk.
"Kita juga memfasilitasi anggota untuk memasarkan produk secara offline. Dengan cara membuka jalur agar produk anggota bisa masuk di berbagai swalayan atau mini market di Pasaman Barat," sebutnya.
"Khusus ini tentu dengan syarat dan ketentuan, seperti produk harus memiliki perizinan, memiliki kemasan atau label yang bagus dan jelas dan produk memiliki kualitas yang bagus," katanya.
Ia menyebutkan produk yang diproduksi oleh anggota forum diantaranya kopi Kajai yang pemasaran sudah masuk kota Medan Sumatera Utara.
Lalu emping jagung mentega sudah masuk kota Padang. Rendang lokan khas Maligi sudah ada di beberapa mini market di kota Pekanbaru dan sudah beberapa kali di order oleh konsumen dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan juga luar negeri karena ke Kasan produk.
Ada juga aneka kripik pisang, serundeng ubi khas Pasaman Barat dan kripik tempe khas Pasaman Barat.
Kemudian ada kerajinan seperti batik tigo suku khas Desa Baru, songket khas Pasaman Barat dan kerajinan bordiran khas Talu yang juga sudah masuk pasar di Kota Bukittinggi
"Produk itu tidak lepas dari dukungan dari Pemkab Pasaman Barat melalui dinas terkait yang melaksanakan pelatihan dan bimbingan bagi UMKM Pasaman Barat," katanya.
Meskipun terus berbenah, Forum UMKM saat ini butuh wadah atau sejenis galeri seperti pusat oleh-oleh khas Pasaman Barat yang benar-benar dikelola dengan baik.
Hal itu bertujuan hasil UMKM dan kerajinan bisa berkumpul di suatu galeri sehingga para konsumen mudah dan gampang mencari produk UMKM Pasaman Barat.
Pihaknya juga mengimpikan memiliki armada atau mobil pemasaran produk UMKM, sehingga mempermudah memperkenalkan dan mempromosikan produk ke pelosok Pasaman Barat hingga keluar kota Pasaman Barat seperti daerah lain besar yang sudah memiliki mobil promosi dan pemasaran UMKM.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Pahrein beberapa waktu lalu mengatakan akan terus berupaya melakukan pembinaan UMKM dengan pelatihan-pelatihan.
"Gempa yang melanda Pasaman Barat beberapa waktu lalu sangat berdampak bagi pelaku UMKM. Tentu secara bertahap pembenahan akan kita lakukan. Tidak saja mengusulkan bantuan modal juga akan difasilitasi mengikuti pelatihan dan promosi produk yang ada," katanya. *
Ketua Forum UMKM Komunitas Industri Kreatif Pasaman Barat Ade Media Saputra di Simpang Empat, Sabtu, mengatakan saat ini anggota utama forum 74 UMKM dan 220 anggota muda yang terus dilakukan pembinaan.
Dalam memajukan usaha anggota forum melakukan pertemuan bulanan dan berbagi pengalaman dalam memajukan usaha di masa pandemi ini.
Selain itu juga melakukan studi tiru peningkatan usaha ke berbagai UMKM yang tergolong maju di beberapa daerah di Sumbar, salah satunya di Payakumbuh.
"Kita juga mempelajari ilmu dan pengalaman terkait pemasaran produk melalui digital marketing seperti media sosial, e-commerce dan lainnya," ujarnya
Pihaknya juga terus meningkatkan kemampuan tentang langkah dan strategi khusus dan tepat melaksanakan penjualan online, seperti memahami pengaruh foto produk dalam memasarkan produk melalui digital marketing.
Untuk itu, Forum UMKM juga membuat akun media sosial untuk memperkenalkan produk-produk hasil dari anggota Forum UMKM itu sendiri yang bertujuan untuk mempromosikan produk anggota dan juga sebagai media pemasaran produk.
"Kita juga memfasilitasi anggota untuk memasarkan produk secara offline. Dengan cara membuka jalur agar produk anggota bisa masuk di berbagai swalayan atau mini market di Pasaman Barat," sebutnya.
"Khusus ini tentu dengan syarat dan ketentuan, seperti produk harus memiliki perizinan, memiliki kemasan atau label yang bagus dan jelas dan produk memiliki kualitas yang bagus," katanya.
Ia menyebutkan produk yang diproduksi oleh anggota forum diantaranya kopi Kajai yang pemasaran sudah masuk kota Medan Sumatera Utara.
Lalu emping jagung mentega sudah masuk kota Padang. Rendang lokan khas Maligi sudah ada di beberapa mini market di kota Pekanbaru dan sudah beberapa kali di order oleh konsumen dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan juga luar negeri karena ke Kasan produk.
Ada juga aneka kripik pisang, serundeng ubi khas Pasaman Barat dan kripik tempe khas Pasaman Barat.
Kemudian ada kerajinan seperti batik tigo suku khas Desa Baru, songket khas Pasaman Barat dan kerajinan bordiran khas Talu yang juga sudah masuk pasar di Kota Bukittinggi
"Produk itu tidak lepas dari dukungan dari Pemkab Pasaman Barat melalui dinas terkait yang melaksanakan pelatihan dan bimbingan bagi UMKM Pasaman Barat," katanya.
Meskipun terus berbenah, Forum UMKM saat ini butuh wadah atau sejenis galeri seperti pusat oleh-oleh khas Pasaman Barat yang benar-benar dikelola dengan baik.
Hal itu bertujuan hasil UMKM dan kerajinan bisa berkumpul di suatu galeri sehingga para konsumen mudah dan gampang mencari produk UMKM Pasaman Barat.
Pihaknya juga mengimpikan memiliki armada atau mobil pemasaran produk UMKM, sehingga mempermudah memperkenalkan dan mempromosikan produk ke pelosok Pasaman Barat hingga keluar kota Pasaman Barat seperti daerah lain besar yang sudah memiliki mobil promosi dan pemasaran UMKM.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Pahrein beberapa waktu lalu mengatakan akan terus berupaya melakukan pembinaan UMKM dengan pelatihan-pelatihan.
"Gempa yang melanda Pasaman Barat beberapa waktu lalu sangat berdampak bagi pelaku UMKM. Tentu secara bertahap pembenahan akan kita lakukan. Tidak saja mengusulkan bantuan modal juga akan difasilitasi mengikuti pelatihan dan promosi produk yang ada," katanya. *
Pewarta : Altas Maulana
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRI Peduli salurkan TJSL untuk pengadaan sarana penunjang UMKM Sigek Art Silungkang Duo
12 February 2026 19:14 WIB
Pemkot Pariaman latih pelaku UMKM produksi kue-minuman kekinian berbasis lokal
10 February 2026 18:40 WIB
Sebanyak 100 UMKM Terdampak Bencana di Pariaman Terima Bantuan BI--Kementerian
10 February 2026 15:34 WIB
Kemenkum Sumbar perkuat perlindungan Songket Silungkang Sawahlunto untuk dukung UMKM
05 February 2026 17:36 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB