Lubuk Basung (ANTARA) -
 
Dadiah merupakan makanan khas Sumatera Barat yang banyak ditemukan di Agam, Tanah Datar, Bukittinggi, Solok, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan. 
 
Dalam pembuatannya dadiah dibentuk dari susu kerbau yang difermentasi pada bambu, lalu ditutupi dengan daun pisang yang telah dilayukan. 
 
Dalam perkembangannya dadiah selain dapat dikonsumsi langsung juga dapat dijadikan bentuk makanan lain seperti dalam bentuk Yoghurt, Kefir dan permen. 
 
Sejauh ini Fakultas Peternakan Universitas Andalals melalui tim PKM melakukan beragam inovasi untuk pengolahan dadiah atau Susu Kerbau khususnya jenis Murrah. 
 
Seperti yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Tim PKM Faterna Unand yang diketuai oleh Prof. Elly Roza, dengan didampingi oleh beberapa dosen anggota yaitu: Prof. Salam N. Aritonang, Dr. Elihasridas, Dr. Yulia Yellita, Ade  Rakhmadi, MP dan Afriani Sandra, M.Sc. Pada Kegiatan PKM yang dilaksanakan pada Rabu 19 Oktober 2022 lalu. Tim PKM Faterna Unand melakukan pelatihan pembuatan permen jelly dadih susu kerbau kepada peternak kerbau Murrah dan beberapa pemudi di nagari Kapau Sumatera Barat. 
 
Dalam kegiatan tersebut tim memberikan penyuluhan antara lain terkait pemahaman Dadiah seperti lama fermentasi susu Kerbau Murrah untuk dijadikan dadiah. 
 
Dalam hal ini Waktu fermentasi dadiah dilakukan selama 2 hingga 3 hari, semakin lama fermentasi maka dadiah yang dihasilkan akan semakin padat dan keras. Dadih sendiri memiliki  ciri khas rasa asam, bertekstur lunak dan lembut. 
 
Dadih merupakan produk pangan yang mengandung bakteri asam laktat yang berfungsi sebagai probiotik. Probiotik adalah mikroorganisme yang menguntungkan bagi kesehatan manusia dan hewan, probiotik tersebut memiliki manfaat diantaranya dapat meningkatkan kesehatan usus, meningkatkan daya imun, menurunkan kadar kolesterol serum dan mencegah kanker. 
 
Secara tradisional dadiah dikonsumsi dengan menambahkan irisan cabe dan bawang dan dicampur dengan minyak samin. Selain itu dadiah juga sering diolah menjadi ampiang dadiah, yaitu mencampur dadiah dengan ampiang ketan, gula merah dan kelapa parut. 
 
Untuk meningkatkan konsumsi dadiah, menjadi alasan tim PKM dosen Faterna Unand melakukan inovasi-inovasi dengan mengolah dadiah menjadi berbagai bentuk olahan, dimana salah satu bentuk olahannya yaitu pembuatan permen Jelly dadiah, inovasi ini dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat terutama kalangan generasi muda pada pangan olahan dari dadiah. Permen jelly merupakan permen lunak dengan tekstur lembut dan rasa manis. Penambahan dadiah pada permen jelly memberikan sensasi rasa asam yang menyegarkan sehingga akan disukai oleh remaja dan anak-anak.
 
Kerbau Murrah sendiri dipilih sebagai penghasil dadiah dikarenakan jenis kerbau ini merupakan jenis kerbau perah yang mempunyai produksi susu lebih tinggi dibandingkan dengan kerbau lumpur yang biasa dipelihara oleh peternak penghasil dadiah, sehingga hal ini sangat memungkinkan bagi peternak untuk mengolah susu kerbau menjadi produk lainnya yang tentunya akan memberikan pendapatan tambahan bagi peternak tersebut.
 
Selain pemaparan secara umum tentang dadiah dan susu kerbau, dalam kesempatan tersebut Ketua Tim beserta anggota pengabdian menjelaskan dan memperagakan pembuatan permen Jelly dari dadih susu kerbau Murrah, dengan tahapan dalam pembuatan permen jelly dari dadiah yang dilaksanakan sebagai berikut; Pertama, dipanaskan air sebanyak 62,5 ml (suhu 90-100oC) kemudian ditambahkan HFS/Gula Cair sebanyak 300 gram, asam sitrat 1 gram sembari diaduk. 
 
Selanjutnya dimasukkan gelatin tulang sapi sebanyak 60 gram yang sebelumnya telah dilarutkan ke dalam air hangat (50-60oC) dan diaduk hingga merata selama 10 menit. Setelah semua merata, adonan didiamkan hingga suhunya menjadi 40oC lalu ditambahkan dadiah yang telah dikocok dengan mixer sebanyak 200 ml. 
 
Kemudian dicetak adonan pemen jelly dadih tersebut pada loyang/cetakan yang telah disiapkan . Setelah itu didiamkan adonan permen jelly dadih tersebut selama 1 jam dan dimasukkan ke dalam refrigerator dengan suhu 5oC selama 12 jam.
 
Dari pantauan tim, terlihat peternak dan masyarakat yang hadir sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini tentu harapannya dengan adanya pelatihan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan peternak terhadap diversifikasi produk dadiah susu kerbau Murrah menjadi permen jelly sehingga berimbas pada peningkatan pendapatan peternak. Selain itu, diharapkan juga terbukanya lapangan kerja baru bagi pemudi dan masyarakat sekitar serta memperkenalkan pangan khas ranah Minang di tingkat nasional. Hal ini juga didukung dengan terkenalnya Nagari Kapau yang terken dengan makanan brand Nasi Kapau.
 
Pengabdian masyarakat ini didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas dengan Skim Program Kemitraan Masyarakat Membantu Usaha Berkembang (2022). *
 
 

Pewarta : Prof. Dr. Ir. Elly Roza, M.S dan Tim PKM Faterna U
Editor : Miko Elfisha
Copyright © ANTARA 2024