Kasus COVID-19 melonjak, Warga Beijing diingatkan tak keluar rumah
Selasa, 15 November 2022 13:40 WIB
Arsip - Petugas keamanan dan petugas medis dikerahkan ke kompleks-kompleks permukiman di Distrik Chaoyang saat Kota Beijing, China, lockdown pada April 2022. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Beijing (ANTARA) - Warga Kota Beijing, China, diingatkan agar tidak keluar rumah menyusul terjadinya lonjakan kasus COVID-19 pada Senin (14/11).
"Jangan keluar rumah selama tidak ada keperluan mendesak dan jangan mengunjungi tempat keramaian, makan bersama, dan pesta," demikian peringatan otoritas Kota Beijing, Selasa.
Kalau terpaksa keluar rumah, otoritas memperingatkan warga agar tetap mengenakan masker yang benar, jaga jarak, dan jaga kesehatan.
Otoritas ibu kota China itu pada Senin telah mencatat 257 kasus positif dan 170 kasus tanpa gejala. Sebanyak 48 kasus di antaranya justru ditemukan di tempat tes PCR, demikian otoritas kesehatan Beijing.
Warga Ibu Kota sempat dibuat bingung karena tempat-tempat tes PCR di pinggir-pinggir jalan tiba-tiba tutup total pada Senin karena sampai sekarang masih berlaku aturan wajib tes PCR dilakukan sekali dalam tiga hari.
Tempat tes sekarang diperbanyak dan sekarang berada di dalam kompleks permukiman, demikian pesan singkat otoritas Distrik Chaoyang yang diterima ANTARA Beijing, Selasa.
Wakil Kepala Distrik Chaoyang Meng Rui menyebutkan, sebelumnya di wilayahnya terdapat 617 unit tempat tes PCR dengan 908 jalur antrean. Mulai Senin jumlah tersebut ditambah menjadi 1.824 unit dengan 2.883 jalur antrean untuk memudahkan warga melakukan tes PCR.
Lonjakan kasus baru di wilayah Ibu Kota itu bukan hanya kuatnya daya penularan dan cepatnya masa inkubasi varian Omicron BF.7, melainkan juga dipengaruhi oleh peningkatan risiko penularan penyakit pernapasan lainnya seperti influenza.
Sementara itu, kebijakan protokol kesehatan bagi kedatangan internasional ke China diperlonggar dengan berkurangnya masa karantina dari 10 hari menjadi delapan hari dan kewajiban tes PCR sebelum terbang hanya sekali dalam 48 jam.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Warga Beijing diingatkan tak keluar rumah
"Jangan keluar rumah selama tidak ada keperluan mendesak dan jangan mengunjungi tempat keramaian, makan bersama, dan pesta," demikian peringatan otoritas Kota Beijing, Selasa.
Kalau terpaksa keluar rumah, otoritas memperingatkan warga agar tetap mengenakan masker yang benar, jaga jarak, dan jaga kesehatan.
Otoritas ibu kota China itu pada Senin telah mencatat 257 kasus positif dan 170 kasus tanpa gejala. Sebanyak 48 kasus di antaranya justru ditemukan di tempat tes PCR, demikian otoritas kesehatan Beijing.
Warga Ibu Kota sempat dibuat bingung karena tempat-tempat tes PCR di pinggir-pinggir jalan tiba-tiba tutup total pada Senin karena sampai sekarang masih berlaku aturan wajib tes PCR dilakukan sekali dalam tiga hari.
Tempat tes sekarang diperbanyak dan sekarang berada di dalam kompleks permukiman, demikian pesan singkat otoritas Distrik Chaoyang yang diterima ANTARA Beijing, Selasa.
Wakil Kepala Distrik Chaoyang Meng Rui menyebutkan, sebelumnya di wilayahnya terdapat 617 unit tempat tes PCR dengan 908 jalur antrean. Mulai Senin jumlah tersebut ditambah menjadi 1.824 unit dengan 2.883 jalur antrean untuk memudahkan warga melakukan tes PCR.
Lonjakan kasus baru di wilayah Ibu Kota itu bukan hanya kuatnya daya penularan dan cepatnya masa inkubasi varian Omicron BF.7, melainkan juga dipengaruhi oleh peningkatan risiko penularan penyakit pernapasan lainnya seperti influenza.
Sementara itu, kebijakan protokol kesehatan bagi kedatangan internasional ke China diperlonggar dengan berkurangnya masa karantina dari 10 hari menjadi delapan hari dan kewajiban tes PCR sebelum terbang hanya sekali dalam 48 jam.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Warga Beijing diingatkan tak keluar rumah
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
888 penerbangan dari Guangzhou China batal gara-gara temuan baru COVID-19
01 November 2022 9:08 WIB, 2022
Puluhan kota di China pilih "lockdown" akibat COVID-19, termasuk Wuhan
29 October 2022 14:37 WIB, 2022
IHSG awal pekan diproyeksikan melemah di tengah penantian data ekonomi Tiongkok
18 April 2022 10:52 WIB, 2022
Rupiah stagnan tapi diperkirakan menguat seiring membaiknya sentimen pasar
29 March 2022 10:19 WIB, 2022
Kota Xian di China akhirnya di-lockdown setelah terdeteksi 140 kasus positif COVID-19
23 December 2021 12:12 WIB, 2021
30 mahasiswa Indonesia di Nanjing terkunci di dalam kampus karena masuknya varian Delta
11 August 2021 9:29 WIB, 2021
Darul Siska mendukung PPKM Darurat demi mencegah penularan COVID-19 secara masif
12 July 2021 20:06 WIB, 2021
KBRI Kuala Lumpur dan KAHMI salurkan logistik ke WNI terdampak"lockdown"
11 June 2021 8:15 WIB, 2021