Padang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Kota Padang mencanangkan tiga kelurahan cinta statistik di kota itu yaitu kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur, Kelurahan Ulak Karang Selatan dan Lolong Belanti Kecamatan Padang Utara.

"Pencanangan ini bertujuan agar pemanfaatan data statistik dalam pembangunan di kelurahan menjadi lebih optimal," kata Kepala BPS Kota Padang Alfianto di Padang, Senin.

Menurut dia selain pemanfaatan data pencanangan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran aparatur pemerintah tingkat kelurahan hingga masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik.

Ia menyampaikan setelah dicanangkan pihaknya akan melakukan pembinaan soal pengolahan dan analisis hingga penyajian data yang disesuaikan dengan kebutuhan kelurahan.

"Dengan demikian akan hadir data statistik yang lebih lengkap dan akurat sebagai bahan perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan," ujarnya.

Selain itu bagi kelurahan akan tersedia data yang mutakhir sehingga pembangunan akan lebih tepat sasaran seperti upaya pemberantasan kemiskinan.

Sementara Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan dengan ditetapkan tiga kelurahan menjadi kelurahan cinta statistik merupakan salah bentuk penguatan tata kelola pemerintahan pada jenjang terendah.

Ia melihat saat ini kelurahan tidak lagi menjadi objek melainkan objek pembangunan.

"Dengan adanya program ini maka kelurahan akan lebih optimal dalam pemanfaatan data statistik sebagai bahan dalam perencanaan pembangunan," kata dia.

"Semuanya menjadi lebih terukur dan saya berharap tidak hanya tiga kelurahan namun terus dilanjutkan ke seluruh kelurahan di Padang yang berjumlah 104," ujarnya lagi.

Sejalan dengan itu Kepala Bidang Statistik Sektoral Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Sumbar Oni Fajar Syahdi menyampaikan sudah ada lima kelurahan statistik di Sumbar.

"Dari lima tersebut tiga kelurahan yang dicanangkan hari ini naik status menjadi kelurahan cinta statistik nasional," kata dia.

Ia berharap dengan hadirnya kelurahan cinta statistik maka setiap kelurahan dalam mengelola wilayah hingga evaluasi pembangunan lebih terukur menggunakan data statistik.