Lima petak rumah di belakang Pasar Aur Kuning Bukittinggi hangus terbakar
Kamis, 15 September 2022 12:57 WIB
Kebakaran di Bukittinggi yang menghanguskan lima petak rumah. (Antara/Alfatah)
Bukittinggi, (ANTARA) - Sebanyak lima petak rumah warga yang berada di belakang Terminal dan Pasar Aur Kuning, Bukittinggi, Sumatera Barat hangus terbakar pada Kamis pagi.
Kebakaran di lokasi padat penduduk di Barumbuang Dua, RW 04, Kelurahan Tarok Dipo ini membuat kemacetan panjang karena ramainya warga ke lokasi yang juga bersebelahan dengan sekolah dasar.
Menurut warga setempat, api berasal dari penumpukan barang bekas yang dikumpulkan pemilik rumah di salah satu pekarangan.
"Pastinya saya tidak tahu juga karena apa, yang terlihat asal api dari barang bekas yang ditumpuk di sudut pekarangan dari lima petak rumah ini," kata Rinto Simbolon (62) di Bukittinggi, Kamis.
Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai daerah tampak mengevakuasi dan berhasil memadamkan api yang menimbulkan perhatian warga Bukittinggi.
Rinto mengatakan rumah kayu itu sudah berdiri sejak lama di daerah setempat dan terkadang juga mengalami kebanjiran.
"Sering kena banjir juga, rumah itu ditempati saudara kami dari warga Sumatera Utara, sebagiannya pemulung dan buruh," kata dia.
Kapolsek Kota Bukittinggi, Kompol Rita Suryani mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.
"Ada sekitar 30 jiwa yang terdampak, kami kerja sama dengan Pemkot Bukittinggi untuk penanganan korban hingga tempat tinggal sementara," kata Kompol Rita.
Kabid Opersasi Dinas Damkar, Havid Febrian menyebut ada lima armada dari Kota Bukittinggi dan dua lainnya dari Kabupaten Agam.
"Proses pemadaman sekitar 45 menit, api cepat membesar karena bangunan dari kayu, kerugian ratusan juta, kami mengimbau kewaspadaan warga," kata dia. (*)
Kebakaran di lokasi padat penduduk di Barumbuang Dua, RW 04, Kelurahan Tarok Dipo ini membuat kemacetan panjang karena ramainya warga ke lokasi yang juga bersebelahan dengan sekolah dasar.
Menurut warga setempat, api berasal dari penumpukan barang bekas yang dikumpulkan pemilik rumah di salah satu pekarangan.
"Pastinya saya tidak tahu juga karena apa, yang terlihat asal api dari barang bekas yang ditumpuk di sudut pekarangan dari lima petak rumah ini," kata Rinto Simbolon (62) di Bukittinggi, Kamis.
Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai daerah tampak mengevakuasi dan berhasil memadamkan api yang menimbulkan perhatian warga Bukittinggi.
Rinto mengatakan rumah kayu itu sudah berdiri sejak lama di daerah setempat dan terkadang juga mengalami kebanjiran.
"Sering kena banjir juga, rumah itu ditempati saudara kami dari warga Sumatera Utara, sebagiannya pemulung dan buruh," kata dia.
Kapolsek Kota Bukittinggi, Kompol Rita Suryani mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.
"Ada sekitar 30 jiwa yang terdampak, kami kerja sama dengan Pemkot Bukittinggi untuk penanganan korban hingga tempat tinggal sementara," kata Kompol Rita.
Kabid Opersasi Dinas Damkar, Havid Febrian menyebut ada lima armada dari Kota Bukittinggi dan dua lainnya dari Kabupaten Agam.
"Proses pemadaman sekitar 45 menit, api cepat membesar karena bangunan dari kayu, kerugian ratusan juta, kami mengimbau kewaspadaan warga," kata dia. (*)
Pewarta : Al Fatah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog Bukittinggi serap Cadangan Beras Pemerintah di Pasaman dan Pasaman Barat
12 February 2026 19:21 WIB
Kementerian Kebudayaan RI dukung rangkaian kegiatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi
11 February 2026 15:16 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB
BPJS Kesehatan Bukittinggi gelar pemberian informasi langsung ke masyarakat perkuat pemahaman Program JKN
05 February 2026 11:45 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB