Polisi Selidiki Penembakan WNA Diduga Bisnis Ilegal
Senin, 15 Juli 2013 14:31 WIB
Jakarta, (Antara) - Aparat Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat menyelidiki dugaan penyebab penembakan terhadap dua orang warga negara asing, Muhammad asal Sierra Leone dan Adelusi Oludare dari Nigeria di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, diakibatkan bisnis ilegal.
"Dugaan bisnis ilegal itu berdasarkan analisa petugas karena korban belum mau cerita," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Senin.
Rikwanto mengatakan penyidik kepolisian masih berupaya mengorek keterangan dari korban, guna berterus terang mengungkapkan latar belakang penembak tersebut.
Rikwanto menambahkan dugaan lainnya antara pelaku dengan korban terjadi masalah, kemudian para pelaku menyelesaikan dengan cara sendiri.
Petugas menemui kendala, karena kedua korban belum mau mengungkapkan latar belakang peristiwa tersebut, meskipun telah mendatangkan penerjemah bahasa.
Saat ini, kedua korban penembakan tersebut masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Grogol, Jakarta Barat.
Polisi telah memeriksa 18 orang saksi, terdiri dari tujuh orang petugas keamanan, tujuh orang petugas parkir, seorang pemilik dan seorang agen apartemen, seorang wanita pacar korban dan satu teman pacar korban.
Penyidik kepolisian juga telah menyita beberapa barang bukti, seperti proyektil, selongsong, dua unit telepon selular, rekaman kamera tersembunyi dan tanda masuk parkir kendaraan.
Berdasarkan hasil rekaman kamera tersembunyi, jumlah pelaku yang menembak korban mencapai tujuh orang diduga Warga Negara Indonesia.
Sebelumnya, dua orang warga negara asing menjadi korban penembakan orang tidak dikenal di Lantai 15 Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (13/7) malam.
Kedua korban penembakan, Muhammad mengalami luka tembak pada lengan kanan, sedangkan Adelusi Oludare menderita luka tembak di bagian lengan dan kaki. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026