Payakumbuh (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Payakumbuh, Sumatera Barat melahirkan inovasi dengan menyediakan pos layanan kunjungan new normal untuk keluarga yang ingin membesuk warga binaan.


Kepala Lapas Kelas II B Payakumbuh, Muhamad Kameily di Payakumbuh, Kamis, mengatakan hingga saat ini kunjungan tatap muka belum mendapat izin atau perintah dari pimpinan untuk pelaksanaan kunjungan tatap muka.


"Tapi kami memiliki inisiatif menjelang nantinya dibuka kembali kunjungan tatap muka, kami sudah mencoba melakukan inovasi dengan cara satu persatu pengunjung bisa bertemu dengan warga binaan," katanya.
 

Namun, sambungnya untuk memastikan terlaksananya protokol kesehatan pihaknya tetap membatasi pengunjung dan warga binaan lapas dengan kaca.


"Karena ini masih menyangkut kepada COVID-19 yang masih ada. Jadi tatap mukanya tetap kita batasi dengan kaca," ujarnya.


Ia mengatakan untuk masing-masing warga binaan hanya mendapatkan waktu dikunjungi lima menit karena banyaknya peminat dan terbatasnya lokasi.


"Hal ini baru kita laksanakan selama satu pekan. Meski dibatasi dengan kaca warga binaan sangat senang karena bisa melihat langsung," kata dia.


Bagi keluarga yang ingin melakukan kunjungan harus mendaftar melalui petugas yang ada di Lapas kelas II B Payakumbuh.


"Untuk satu hari Lapas Payakumbuh hanya dapat mengakomodir bisa 25 orang dari 269 orang warga binaan. Kunjungan berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB," ujarnya.


Sementara untuk Ramadhan kunjungan akan tetap dilaksanakan seperti yang saat ini dilakukan, namun akan dapat berubah yang disesuaikan dengan aturan dari kementerian.


"Kemudian pelaksanaan kegiatan di Ramadhan, nanti shalat tarawih berjamaah dan dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan lainnya," ungkapnya.


Salah seorang warga binaan David (45) mengapresiasi inovasi dari Lapas Payakumbuh terkait pos layanan kunjungan new normal karena dirinya dapat melihat wajah keluarganya secara langsung meskipun dibatasi dengan kaca.


"Tapi harapan saya kunjungan tatap muka dapat segera bisa dilaksanakan tanpa ada kaca pembatas," katanya.