Simpang Empat (ANTARA) -  Tim Reaksi Cepat (TRC) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sitanala Tangerang menurunkan sejumlah dokter spesialis untuk mengobati para korban gempa di Malampah, Kabupaten Pasaman empat hari ke depan.


 Direktur RSUP dr. Sitanala, dr. Afrizal Hasan di Puskesmas Ladang Panjang, Senin (14/3) langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban gempa yang menderita sakit. 


 Ia mengatakan kegiatan bakti sosial peduli bencana ini merupakan tindak lanjut survei timnya pada Kamis (10/3) lalu dari RSUP dr. Sitanala Tangerang Pasca Gempa Bumi di Malampah, Kabupaten Pasaman.


 "Kita berikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga yang menjadi korban gempa. Ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap musibah gempa bumi yang melanda daerah Malampah Pasaman," katanya. 


 Pihaknya sangat merasakan apa yang ditimpa masyarakat Malampah.


 "Saya juga asli Sumatera Barat, tepatnya di Tanah Datar. Jadi ini juga bakti kami terhadap kampung halaman kita," ujarnya. 


 dr. Afrizal Hasan membawa empat orang dokter spesialis, tiga orang dokter umum, satu orang psikolog anak, dan empat orang perawat.


 "Untuk dokter spesialis melayani masyarakat korban gempa di Puskesmas Ladang Panjang, dokter umum kita bawa ke lokasi pengungsian dibantu para perawat.


 Sementara untuk psikolog anak ini kita adakan trauma healing terhadap anak-anak di tenda pengungsian," tambahnya. 


 Pihaknya akan memberikan pelayanan kesehatan di Malampah, Kabupaten Pasaman selama empat hari ke depan sampai tanggal 17 Maret 2022. 


 "Disamping itu kami juga membawa bantuan donasi berbentuk sembako untuk korban sebanyak 1.000 paket yang berisi makanan ringan, mie Instan, susu, lampu emergency, sabun cair dan lainnya," katanya.


 Ia berharap bantuan ini dapat meringankan dan membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di daerah setempat. 


 Akibat gempa bumi dan longsor di Kabupaten Pasaman terdapat korban meninggal dunia 14 jiwa, luka-luka 75 orang dengan rincian 6 orang luka berat dan 69 luka ringan. 


 Korban mengungsi 6.892 orang yang terdiri dari 3.021 berada di 11 lokasi pengungsian dan 3.871 orang di tenda-tenda masyarakat. 


 Adapun kondisi rumah warga, fasilitas umum dan sekolah yang rusak terdampak adalah 4 mesjid dan 8 mushala. Rumah rusak berat 498 unit, rusak sedang 425 unit dan rusak ringan 893 unit. 


Sekolah rusak terdiri dari 7 unit PAUD/TK, 21 unit SD dan 4 unit SMP. Lalu ada empat buah jembatan yang rusak berat yaitu jembatan Kalimanang di Jorong Bukit Lintang Nagari Malampah, jembatan Batang Tapa Gadang Jorong Kampung Tabek Nagari Malampah, jembatan Batang Aia Cangkuak di Jorong Kampung Tabek Nagari Malampah dan jembatan Durian Rampak di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Malampah.


 

Pewarta : Altas Maulana
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2024