Jakarta, (ANTARA) - Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Mayling Oey Gardiner, mengatakan pendidikan "Liberal Arts" (LA) perlu diterapkan di Tanah Air mengingat perlunya kemampuan imajinasi luas dan kritis. "'Liberal Arts' dapat menciptakan orang-orang yang berpikiran kritis," ujar Guru Besar UI tersebut dalam dalam diskusi "Kepedulian Pengembangan Sains Dasar" yang diselenggarakan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di Jakarta, Rabu. LA, lanjut dia, diperlukan karena dunia mengalami perubahan yang makin cepat, berbagai vokasi dan profesi membutuhkan kemampuan imajinasi luas dan kritis bukan pandangan sempit. LA juga dapat menyiapkan mahasiswa mampu menjawab tantangan berbagai jenis pekerjaan yang berkembang dari waktu ke waktu. "Lulusan-lulusan sarjana saat ini banyak tidak mampu mempresentasikan sesuatu. Itu karena mereka belum menguasai Bahasa Indonesia dengan baik," jelas dia. Beberapa keunggulan pendidikan berparadigma LA, yakni menanamkan pondasi luas berbagai bidang ilmu pengetahuan, memberi bekal kemampuan ekspresi bahasa (gramatika dan retorika) dan matematika (logika) sehingga lulusannya mampu mengutarakan pendapatnya dalam bahasa yang baik dan benar, secara sistematis dan logis. "Memang harus diakui, secara teknis penerapannya sangat sulit," tukas dia. (*/jno)