Manfaat cuci tangan dengan benar
Sabtu, 16 Oktober 2021 10:59 WIB
Ilustrasi mencuci tangan (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Bertepatan dengan peringatan Global Hand Washing Day oleh Global Handwashing Partnership sejak 2008 kemudian ditetapkan sebagai Hari Cuci Tangan Sedunia oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) pada 15 Oktober, pakar kesehatan kembali mengingatkan pentingnya mencuci tangan demi mencegah penularan penyakit.
Dokter sekaligus kepala unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Wahyu Ika Wardhani melalui keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu, mengatakan, mencuci tangan telah terbukti menurunkan angka kejadian diare sekitar 23-40 persen serta penyakit pernapasan sebanyak 16-21 persen.
Langkah-langkah mencuci tangan yang benar menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dimulai dari membasahkan tangan menggunakan air yang bersih, menuangkan sabun yang cukup untuk membersihkan tangan, menggosok telapak tangan yang satu ke telapak tangan lainnya, menggosok punggung tangan dan sela-sela jari, diikuti telapak tangan dan sela jari dengan posisi saling bertautan serta punggung jari ke telapak tangan dengan posisi jari saling bertautan.
Setelahnya, menggenggam dan membasuh ibu jari dengan posisi memutar, menggosok bagian ujung jari ke telapak tangan agar bagian kuku terkena sabun, menggosok tangan yang bersabun di bawah air bersih yang mengalir.
Terakhir, mengeringkan tangan dengan lap sekali pakai atau tisu dan membersihkan pemutar keran air dengan lap sekali pakai atau tisu. Ilustrasi mencuci tangan (RSUI)
Ners Agustin dari Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUI, menuturkan, kuman-kuman di tangan sebenarnya terdiri dari kuman yang menetap dan nomaden. Beberapa kuman ini di antaranya berbahaya dan menyebabkan penyakit.
"Walau tak terlihat, berbagai kuman hidup di lingkungan dan tubuh kita. Sekitar 2000 – 10.000 kuman dari lebih dari 150 spesies hidup di tangan kita. Beberapa kuman di antaranya berbahaya dan menyebabkan penyakit,” tutur dia.
Waktu penting yang perlu diwaspadai sebagai titik penularan kuman, antara lain yaitu setelah bersin dan batuk, sebelum menyentuh organ tubuh yang terbuka (seperti mata, hidung, dan mulut), setelah menyentuh permukaan benda yang sering disentuh (termasuk gagang pintu), sebelum dan sesudah merawat luka, sebelum dan sesudah merawat seseorang yang sedang muntah atau diare.
Anda juga disarankan mencuci tangan setelah menyentuh sampah, jika tangan Anda kotor atau berminyak, serta sebelum dan sesudah berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan lain.
Dokter sekaligus kepala unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Wahyu Ika Wardhani melalui keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu, mengatakan, mencuci tangan telah terbukti menurunkan angka kejadian diare sekitar 23-40 persen serta penyakit pernapasan sebanyak 16-21 persen.
Langkah-langkah mencuci tangan yang benar menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dimulai dari membasahkan tangan menggunakan air yang bersih, menuangkan sabun yang cukup untuk membersihkan tangan, menggosok telapak tangan yang satu ke telapak tangan lainnya, menggosok punggung tangan dan sela-sela jari, diikuti telapak tangan dan sela jari dengan posisi saling bertautan serta punggung jari ke telapak tangan dengan posisi jari saling bertautan.
Setelahnya, menggenggam dan membasuh ibu jari dengan posisi memutar, menggosok bagian ujung jari ke telapak tangan agar bagian kuku terkena sabun, menggosok tangan yang bersabun di bawah air bersih yang mengalir.
Terakhir, mengeringkan tangan dengan lap sekali pakai atau tisu dan membersihkan pemutar keran air dengan lap sekali pakai atau tisu. Ilustrasi mencuci tangan (RSUI)
Ners Agustin dari Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUI, menuturkan, kuman-kuman di tangan sebenarnya terdiri dari kuman yang menetap dan nomaden. Beberapa kuman ini di antaranya berbahaya dan menyebabkan penyakit.
"Walau tak terlihat, berbagai kuman hidup di lingkungan dan tubuh kita. Sekitar 2000 – 10.000 kuman dari lebih dari 150 spesies hidup di tangan kita. Beberapa kuman di antaranya berbahaya dan menyebabkan penyakit,” tutur dia.
Waktu penting yang perlu diwaspadai sebagai titik penularan kuman, antara lain yaitu setelah bersin dan batuk, sebelum menyentuh organ tubuh yang terbuka (seperti mata, hidung, dan mulut), setelah menyentuh permukaan benda yang sering disentuh (termasuk gagang pintu), sebelum dan sesudah merawat luka, sebelum dan sesudah merawat seseorang yang sedang muntah atau diare.
Anda juga disarankan mencuci tangan setelah menyentuh sampah, jika tangan Anda kotor atau berminyak, serta sebelum dan sesudah berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan lain.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand edukasi sikat gigi dan cuci tangan pada anak TK Koto Tuo
04 February 2026 10:31 WIB
Semen Padang rurun tangan bersihkan kayu di Pantai Parupuk, Wamenhut: target 3 hari bersih
22 December 2025 9:50 WIB
Pemerintah pusat tidak akan lepas tangan, Alex Indra Lukman minta Sumbar percepat pendataan dampak bencana
29 November 2025 15:49 WIB
Patah tangan karena jatuh dari sepeda, Fauzil rasakan perlindungan prima dari JKN
12 November 2025 11:21 WIB
Menteri Nusron ajak mahasiswa urun tangan dan urun karya selesaikan persoalan pertanahan
14 October 2025 17:02 WIB
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Info tol Trans Sumatera, puncak mudik Tol Kayuagung-Palembang capai 18.500 kendaraan
19 March 2026 16:34 WIB
Pusdiklat Grha Samantha Giri Padang bagikan makanan "pabukoan" di kawasan Kota Tua (Video)
02 March 2026 14:16 WIB
Penerbangan ke Timur Tengah di Soetta terjadi penundaan dampak ketegangan kawasan
01 March 2026 10:17 WIB