Putin Tuduh AS Intervensi Politik dalam Negeri Rusia
Rabu, 12 Juni 2013 15:56 WIB
Moskow, (Antara/Reuters) - Presiden Vladimir Putin menuduh para diplomat Amerika Serikat telah mengintervensi politik dalam negeri Rusia dengan secara aktif mendukung kelompok oposisi.
Pernyataan Putin tersebut disampaikan satu hari menjelang demonstrasi besar dari kelompok oposisi di Moskow. Dalam pidato tersebut, Putin juga mengkritik berbagai tindakan Amerika Serikat di masa lalu, termasuk di antaranya perlakuan terhadap suku Indian yang merupakan penduduk asli benua Amerika dan penjatuhan bom atom di Hiroshima pada akhir Perang Dunia II.
"Utusan diplomatik Rusia tidak pernah bekerja sama dengan Occupy Wall Street (kelompok anti pemerintah di Amerika Serikat), namun diplomat-diplomat dari negara tersebut justru berhubungan secara aktif dengan kelompok oposisi Rusia, bahkan mendukungnya secara langsung," kata Putin.
"Ini adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan karena utusan diplomatik seharusnya bertugas untuk membangun hubungan di tingkat negara dan tidak terlibat dalam politik dalam negeri," kata Putin kepada stasiun televisi berbahasa Inggris RT.
Dalam kritiknya terhadap tindakan pemerintah Amerika Serikat pada masa lalu, Putin juga mengatakan bahwa diktator Rusia pada masa Uni Soviet Josef Stalin tidak akan pernah menjatuhkan bom atom di Jepang pada 1945.
"Mungkin Stalin akan menggunakan bom atom pada 1941-1942 karena saat itu keamanan dalam negeri benar-benar berada di bawah ancaman. Namun pada 1945 ketika musuh secara esensial sudah menyerah dan tidak mempunyai kesempatan untuk menyerang, saya sangat meragukan Stalin akan melakukan hal yang sama," kata dia.
Sejak Putin duduk kembali di istana Kremlin, hubungan dengan Amerika Serikat berulang kali memanas akibat beberapa persoalan, termasuk di antaranya adalah pembatasan terhadap kelompok masyarakat sipil yang didanai negara lain dan pengusiran lembaga U.S. Agency for International Development.
Namun di sisi lain, kedua negara tersebut juga memberi tanda-tanda komitmen untuk memperbaiki hubungan. Kremlin dan Gedung Putih saat ini sedang berusaha untuk mengadakan konferensi internasional untuk mempertemukan pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson tuduh platform streaming Hulu "curi" kisah hidupnya
09 August 2022 11:40 WIB, 2022
Taiwan tuduh China di balik polemik daftar kewarganegaraan penonton Piala Dunia 2022 Qatar
21 June 2022 6:15 WIB, 2022
Perjanjian kapal selam dibatalkan sepihak, Macron tuduh PM Australia berbohong
01 November 2021 10:22 WIB, 2021
Koeman tuduh PSG tak sopan karena bahas Messi jelang laga kedua tim
04 February 2021 11:55 WIB, 2021
Penasihat Gedung Putih AS tuduh China simpan data COVID-19 demi kemenangan
21 April 2020 10:43 WIB, 2020
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018