Amankan objek vital, PLN adakan simulasi penanganan teror bom
Kamis, 27 Mei 2021 16:49 WIB
Amankan objek vital, PLN adakan simulasi penanganan teror bom dengan mengadirkan narasumber Komandan Gegana Satbrimob Polda Sumbar Kompol Encep Henry. (Antara/HO-PLN)
Padang (ANTARA) - Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Sumbar adalah unit PLN yang berperan dalam melakukan pengaturan pendistribusian tenaga listrik hingga sampai ke pelanggan di seluruh kawasan Sumatera Barat.
Mengingat pentingnya peran ini, UP2D Sumbar didaulat sebagai salah satu Objek Vital Nasional (OBVITNAS) yang perlu keamanan maksimal.
Guna menambah wawasan pengamanan obvitnas, Kamis (27/5) lalu PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar lakukan Simulasi Pelatihan Penanganan Teror Bom di UP2D Sumbar.
Hadir dalam agenda simulasi tersebut Komandan Gegana Satbrimob Polda Sumbar Kompol Encep Henry selaku pemateri, Senior Manager Distribusi PLN UIW Sumbar Arif Pramudya, Pejabat Pengendalian K3L PLN UIW Sumbar Misran, Manajer UP2D Sumbar Riki Yacob, dan tim K3L serta satuan pengamanan di PLN UIW Sumbar maupun UP2D Sumbar.
Kegiatan simulasi ini diharapkan menumbuhkan kepekaan dan cepat tanggap dari personil siaga pengamanan maupun pegawai internal PLN mengenai hal-hal yang dicurigai mengancam keamanan lokasi perseroan. Kemudian terlatih untuk dapat mengambil tindakan yang tepat atas hal-hal mencurigakan tersebut.
Arif Pramudya dalam sambutannya menuturkan, pelatihan untuk keamanan obvitnas adalah agenda yang sangat perlu dilakukan.
‘’Perlu adanya pelatihan untuk menjaga kesiapan, kepahaman dan kerjasama yang baik dari masing-masing personil siaga pengamanan agar sigap dan tidak panik menghadapi kondisi tak terduga seperti teror bom,’’ tuturnya.
Pada paparannya, Kompol Encep menyampaikan bahwa prosedur penanganan teror bom perlu ada dalam sistem manajemen pengamanan terpadu di objek-objek vital, seperti PLN.
‘’Prosedur penanganan teror bom memerlukan tiga aspek; personil security yang terlatih dan terampil, prosedur tetap yang baku dan tepat, serta yang terakhir peralatan predetect, preprotect dan perlatan pendukung yang memadai,’’ jelasnya kemudian.
Simulasi prosedur penanganan teror bom, disebut Encep seharusnya dilakukan secara periodik, untuk pengamanan yang lebih terlatih dan lingkungan kerja yang lebih waspada.
‘’Untuk kasus ditemukan benda yang terdeteksi mencurigakan, mari senantiasa berkoordinasi dengan kepolisian atau gegana dan instansi terkait lainnya,"katanya.
Amankan objek vital, PLN adakan simulasi penanganan teror bom dengan mengadirkan narasumber Komandan Gegana Satbrimob Polda Sumbar Kompol Encep Henry. (Antara/HO-PLN)
Mengingat pentingnya peran ini, UP2D Sumbar didaulat sebagai salah satu Objek Vital Nasional (OBVITNAS) yang perlu keamanan maksimal.
Guna menambah wawasan pengamanan obvitnas, Kamis (27/5) lalu PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar lakukan Simulasi Pelatihan Penanganan Teror Bom di UP2D Sumbar.
Hadir dalam agenda simulasi tersebut Komandan Gegana Satbrimob Polda Sumbar Kompol Encep Henry selaku pemateri, Senior Manager Distribusi PLN UIW Sumbar Arif Pramudya, Pejabat Pengendalian K3L PLN UIW Sumbar Misran, Manajer UP2D Sumbar Riki Yacob, dan tim K3L serta satuan pengamanan di PLN UIW Sumbar maupun UP2D Sumbar.
Kegiatan simulasi ini diharapkan menumbuhkan kepekaan dan cepat tanggap dari personil siaga pengamanan maupun pegawai internal PLN mengenai hal-hal yang dicurigai mengancam keamanan lokasi perseroan. Kemudian terlatih untuk dapat mengambil tindakan yang tepat atas hal-hal mencurigakan tersebut.
Arif Pramudya dalam sambutannya menuturkan, pelatihan untuk keamanan obvitnas adalah agenda yang sangat perlu dilakukan.
‘’Perlu adanya pelatihan untuk menjaga kesiapan, kepahaman dan kerjasama yang baik dari masing-masing personil siaga pengamanan agar sigap dan tidak panik menghadapi kondisi tak terduga seperti teror bom,’’ tuturnya.
Pada paparannya, Kompol Encep menyampaikan bahwa prosedur penanganan teror bom perlu ada dalam sistem manajemen pengamanan terpadu di objek-objek vital, seperti PLN.
‘’Prosedur penanganan teror bom memerlukan tiga aspek; personil security yang terlatih dan terampil, prosedur tetap yang baku dan tepat, serta yang terakhir peralatan predetect, preprotect dan perlatan pendukung yang memadai,’’ jelasnya kemudian.
Simulasi prosedur penanganan teror bom, disebut Encep seharusnya dilakukan secara periodik, untuk pengamanan yang lebih terlatih dan lingkungan kerja yang lebih waspada.
‘’Untuk kasus ditemukan benda yang terdeteksi mencurigakan, mari senantiasa berkoordinasi dengan kepolisian atau gegana dan instansi terkait lainnya,"katanya.
Amankan objek vital, PLN adakan simulasi penanganan teror bom dengan mengadirkan narasumber Komandan Gegana Satbrimob Polda Sumbar Kompol Encep Henry. (Antara/HO-PLN)
Pewarta : Rls-ant
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulan K3 Nasional 2026 Berlangsung Meriah, PLN UP3 Padang Hadirkan Edukasi hingga Simulasi Keselamatan
26 January 2026 17:00 WIB
Semangat Hari Pahlawan, PLN UID Sumatera Barat gelar simulasi tanggap darurat kebakaran
10 November 2025 12:07 WIB
Ratusan ribu warga Padang ikuti simulasi tsunami skenario Megathrust (Video)
05 November 2025 14:06 WIB
Persiapan simulasi, 921 peserta ikuti Workshop menghadapi gempa bumi berpotensi tsunami di Kota Padang
21 October 2025 16:59 WIB
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Payakumbuh Gelar Simulasi Tanggap Darurat Ceceran Limbah B3
08 October 2025 17:42 WIB
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Solok Gelar Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi
07 October 2025 9:14 WIB
Pengelolaan Limbah: PLN UP3 Solok Gelar Simulasi Tanggap Darurat Ceceran Limbah B3
07 October 2025 9:13 WIB