Bupati Agam kutuk aksi bom bunuh diri di Makasar
Senin, 29 Maret 2021 19:14 WIB
Bupati Agam, Andri Warman. (Antarasumbar/Yusrizal)
Lubukbasung (ANTARA) - Bupati Agam, Sumatera Barat, Andri Warman mengutuk aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) dan masyarakat diminta tidak terpengaruh tindakan merugikan itu.
"Secara pemerintah dan diri pribadi, saya sangat mengutuk tindakan bom bunuh diri itu," katanya di Lubukbasung, Senin.
Ia mengatakan, bom bunuh diri itu bukan solusi dalan menyelesaikan suatu masalah.
Namun aksi yang dilakukan tersebut merupakan radikalisme yang dapat merugikan masyarakat banyak.
"Apabila tidak senang dengan kebijakan, sampaikan secara formal," katanya.
Dengan kejadian itu, bupati mengimbau warga Agam tenang jangan terpancing dan ini bukan perbuatan yang positif.
"Kita berharap kasus bunuh diri itu tidak terjadi di Agam," katanya.
Sementara Wakil Ketua DPRD Agam, Irfan Amran menambahkan pihaknya tidak sepakat dengan kejadian itu, karena tidak ada satupun ajaran atau aturan yang membenarkan dan membolehkan menganiaya, mencedarai dan sampai membunuh orang lain.
"Masyarakat Agam jangan terpancing dengan ajakan bom bunuh diri dan apabila masuk kelompok harus dipahami arahnya," katanya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Agam, Alfiandri Imam Mulia menilai bom bunuh diri itu merupakan perbuatan yang konyol dan tidak berdasar.
"Kalau bunuh diri mengapa di lokasi ramai yang berdampak terhadap masyarakat banyak," katanya.
Warga perserikatan Muhammadiyah untuk tidak ikut-ikutan dengan aksi itu, karena Muhammadiyah bukan organisasi arogan, namun organisasi yang bisa menembus birokrasi yang ada dalam menyampaikan pemikiran-pemikiran, jelas dia.
"Bom bunuh diri itu tidak pernah terjadi bagi warga perserikatan Muhammadiyah," katanya. ***2***
"Secara pemerintah dan diri pribadi, saya sangat mengutuk tindakan bom bunuh diri itu," katanya di Lubukbasung, Senin.
Ia mengatakan, bom bunuh diri itu bukan solusi dalan menyelesaikan suatu masalah.
Namun aksi yang dilakukan tersebut merupakan radikalisme yang dapat merugikan masyarakat banyak.
"Apabila tidak senang dengan kebijakan, sampaikan secara formal," katanya.
Dengan kejadian itu, bupati mengimbau warga Agam tenang jangan terpancing dan ini bukan perbuatan yang positif.
"Kita berharap kasus bunuh diri itu tidak terjadi di Agam," katanya.
Sementara Wakil Ketua DPRD Agam, Irfan Amran menambahkan pihaknya tidak sepakat dengan kejadian itu, karena tidak ada satupun ajaran atau aturan yang membenarkan dan membolehkan menganiaya, mencedarai dan sampai membunuh orang lain.
"Masyarakat Agam jangan terpancing dengan ajakan bom bunuh diri dan apabila masuk kelompok harus dipahami arahnya," katanya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Agam, Alfiandri Imam Mulia menilai bom bunuh diri itu merupakan perbuatan yang konyol dan tidak berdasar.
"Kalau bunuh diri mengapa di lokasi ramai yang berdampak terhadap masyarakat banyak," katanya.
Warga perserikatan Muhammadiyah untuk tidak ikut-ikutan dengan aksi itu, karena Muhammadiyah bukan organisasi arogan, namun organisasi yang bisa menembus birokrasi yang ada dalam menyampaikan pemikiran-pemikiran, jelas dia.
"Bom bunuh diri itu tidak pernah terjadi bagi warga perserikatan Muhammadiyah," katanya. ***2***
Pewarta : Yusrizal
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam kerahkan dua alat berat bersihkan material longsor timbun jalan
12 February 2026 12:01 WIB
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Proses pengadaan kendaraan dinas kepala daerah Agam dimulai pada Oktober 2025
09 February 2026 12:50 WIB
Polri bangun dua jembatan bailey di Agam permudah akses warga pascabencana
07 February 2026 13:40 WIB
TP PKK Pusat salurkan 500 paket bantuan ke warga terdampak bencana di Agam
06 February 2026 17:16 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB