Australia timur dilanda banjir terburuk dalam 50 tahun terakhir
Minggu, 21 Maret 2021 12:51 WIB
Warga berdiri di bangku taman yang terendam banjir akibat luapan Sungai Parramatta di Sydney, Australia, Sabtu (20/3/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Jaimi Joy/foc.
Melbourne (ANTARA) - Hujan deras di sepanjang pantai timur Australia selama akhir pekan telah menyebabkan banjir terburuk dalam setengah abad di beberapa daerah yang memaksa ribuan orang mengungsi dan merusak ratusan rumah, kata pihak berwenang pada Minggu.
Pemimpin pemerintahan New South Wales (NSW) Gladys Berejiklian mengatakan hujan lebat di seluruh negara bagian terpadat di Australia yang berpenduduk 8 juta orang itu lebih buruk dari perkiraan semula, terutama untuk daerah dataran rendah di barat laut Sydney.
"Kemarin, kami berharap ini hanya akan menjadi suatu peristiwa yang terjadi sekali dalam 20 tahun, sekarang ini terlihat seperti peristiwa yang terjadi sekali dalam 50 tahun," kata Berejiklian pada pengarahan yang disiarkan televisi.
Orang-orang di bagian barat laut Sydney diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka di tengah malam karena air yang bergerak cepat menyebabkan kerusakan yang meluas. Berejiklian mengatakan 4.000 orang lainnya mungkin masih diminta untuk melakukan evakuasi.
Rekaman televisi dan media sosial menunjukkan air mengalir deras dari rumah-rumah yang hanyut, jalan tenggelam, pohon roboh dan infrastruktur jalan rusak. Layanan darurat memperkirakan jumlah total rumah yang rusak mencapai "ratusan".
Beberapa jalan utama ditutup di seluruh negara bagian sementara banyak sekolah membatalkan kelas pada Senin.
Banjir ini sangat kontras dengan kebakaran hutan dahsyat yang melanda Australia pada akhir 2019 dan awal 2020, ketika hampir 7% wilayah NSW hangus.
Imbauan ancaman banjir dan peringatan evakuasi diberlakukan untuk sekitar 13 wilayah di NSW, termasuk Hunter, salah satu kawasan perkebunan
anggur utama Australia.
Beberapa bendungan, termasuk Warragamba, sumber air utama Sydney, meluap yang menyebabkan permukaan sungai meluap.
Ahli meteorologi mengatakan hujan akan terus turun hingga Minggu, dengan beberapa daerah diperkirakan akan turun hujan hingga 200 milimeter (7,9 inci).
Awak darurat telah menanggapi sekitar 6.000 panggilan untuk bantuan sejak dimulainya hujan pada Kamis (18/3), termasuk hampir 700 permintaan langsung upaya penyelamatan dari banjir.
Cuaca ekstrem juga memengaruhi pengiriman vaksin COVID-19 Australia ke seluruh NSW, mengganggu rencana negara itu untuk memberikan dosis pertama kepada hampir 6 juta orang selama beberapa minggu ke depan.
"Kami harus menunggu dan melihat apa yang terjadi dengan cuaca dalam beberapa hari mendatang," kata Penjabat Kepala Medis Australia Michael Kidd pada pengarahan yang disiarkan televisi.
Sumber: Reuters
Pemimpin pemerintahan New South Wales (NSW) Gladys Berejiklian mengatakan hujan lebat di seluruh negara bagian terpadat di Australia yang berpenduduk 8 juta orang itu lebih buruk dari perkiraan semula, terutama untuk daerah dataran rendah di barat laut Sydney.
"Kemarin, kami berharap ini hanya akan menjadi suatu peristiwa yang terjadi sekali dalam 20 tahun, sekarang ini terlihat seperti peristiwa yang terjadi sekali dalam 50 tahun," kata Berejiklian pada pengarahan yang disiarkan televisi.
Orang-orang di bagian barat laut Sydney diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka di tengah malam karena air yang bergerak cepat menyebabkan kerusakan yang meluas. Berejiklian mengatakan 4.000 orang lainnya mungkin masih diminta untuk melakukan evakuasi.
Rekaman televisi dan media sosial menunjukkan air mengalir deras dari rumah-rumah yang hanyut, jalan tenggelam, pohon roboh dan infrastruktur jalan rusak. Layanan darurat memperkirakan jumlah total rumah yang rusak mencapai "ratusan".
Beberapa jalan utama ditutup di seluruh negara bagian sementara banyak sekolah membatalkan kelas pada Senin.
Banjir ini sangat kontras dengan kebakaran hutan dahsyat yang melanda Australia pada akhir 2019 dan awal 2020, ketika hampir 7% wilayah NSW hangus.
Imbauan ancaman banjir dan peringatan evakuasi diberlakukan untuk sekitar 13 wilayah di NSW, termasuk Hunter, salah satu kawasan perkebunan
anggur utama Australia.
Beberapa bendungan, termasuk Warragamba, sumber air utama Sydney, meluap yang menyebabkan permukaan sungai meluap.
Ahli meteorologi mengatakan hujan akan terus turun hingga Minggu, dengan beberapa daerah diperkirakan akan turun hujan hingga 200 milimeter (7,9 inci).
Awak darurat telah menanggapi sekitar 6.000 panggilan untuk bantuan sejak dimulainya hujan pada Kamis (18/3), termasuk hampir 700 permintaan langsung upaya penyelamatan dari banjir.
Cuaca ekstrem juga memengaruhi pengiriman vaksin COVID-19 Australia ke seluruh NSW, mengganggu rencana negara itu untuk memberikan dosis pertama kepada hampir 6 juta orang selama beberapa minggu ke depan.
"Kami harus menunggu dan melihat apa yang terjadi dengan cuaca dalam beberapa hari mendatang," kata Penjabat Kepala Medis Australia Michael Kidd pada pengarahan yang disiarkan televisi.
Sumber: Reuters
Pewarta : Gusti Nur Cahya Aryani
Editor : Miko Elfisha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gelombang Delta mendera Australia, rumah sakit Sydney dirikan tenda darurat
26 August 2021 10:01 WIB, 2021
Melbourne Cityy rebut gelar perdana juara Liga Australia usai kalahkan Sydney FC
28 June 2021 6:44 WIB, 2021
Petugas memanfaatkan meredanya kebakaran hutan di Australia untuk istirahat
11 January 2020 6:44 WIB, 2020
Pabrik tahu dan tempe milik diaspora Indonesia resmikan fasilitas baru di Sydney Australia
05 March 2018 7:18 WIB, 2018
Lima Warga Inggris Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Malam Tahun di Sydney
01 January 2018 16:31 WIB, 2018