Pariaman luncurkan kalender wisata di Jambi
Minggu, 28 Februari 2021 13:30 WIB
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Sumbar Dwi Marhen Yono. (ANTARA SUMBAR/Aadiaat MS)
Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat akan meluncurkan kalender kegiatan atau iven wisata di daerah itu sepanjang 2021 di Kota Jambi guna menggaet wisatawan asal daerah tersebut.
"Kunjungan wisatawan ke Pariaman terbanyak berasal dari Pekanbaru, lalu disusul dari Jambi," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Dwi Marhen Yono di Pariaman, Minggu.
Ia mengatakan dengan potensi tersebut maka Jambi merupakan lokasi strategis untuk mempromosikan iven wisata di Pariaman selama 2021 setelah Pekanbaru.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, lanjutnya pihaknya dalam waktu dekat akan menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota Jambi.
Ia menyampaikan promosi wisata diperlukan untuk membangkitkan ekonomi Pariaman yang terdampak pandemi COVID-19.
Ia menyebutkan setidaknya ada 45 iven wisata di Pariaman yang akan dilaksanakan oleh Pemkot Pariaman dan sejumlah komunitas setempat selama 2021.
"Agendanya macam-macam, ada Tabuik, pesta pantai saat lebaran, dan Silek On The Sea. Apa itu Silek On The Sea? Nanti datang ke Pariaman dan saksikan," katanya.
Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Sumatera Barat (Sumbar) meluncurkan kalender kegiatan atau iven wisata di Kota Pekanbaru, Riau guna menggaet warga daerah itu untuk datang berlibur ke kota yang dikenal sebagai kota tabuik dan matahari terbenam tersebut.
"Kunjungan wisatawan ke Pariaman paling besar itu dari Pekanbaru sehingga kami kembali meluncurkan kalender iven di sini," kata Walikota Pariaman Genius Umar pada Pameran Budaya, Wisata, dan Bisnis ke II di Pekanbaru.
Ia mengatakan pada awal 2019 Pemkot Pariaman meluncurkan kalender iven di Pekanbaru sehingga pada tahun tersebut kunjungan wisatawan asal daerah itu mencapai 90 persen dari jumlah kunjungan wisatawan yang ada.
Ia menyampaikan meskipun kunjungan wisatawan asal Pekanbaru banyak bahkan hingga sekarang namun pariwisata di Kota Pariaman tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga hingga saat ini Genius mengklaim belum ada penyebaran COVID-19 di Pariaman dari klaster pasar dan pariwisata.
Hal tersebut, lanjutnya juga karena pariwisata di Pariaman bersifat terbuka atau 'outdoor' yang didukung oleh jumlah objek wisata yang banyak dan luas sehingga dapat mengurangi potensi penyebaran COVID-19.*
"Kunjungan wisatawan ke Pariaman terbanyak berasal dari Pekanbaru, lalu disusul dari Jambi," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Dwi Marhen Yono di Pariaman, Minggu.
Ia mengatakan dengan potensi tersebut maka Jambi merupakan lokasi strategis untuk mempromosikan iven wisata di Pariaman selama 2021 setelah Pekanbaru.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, lanjutnya pihaknya dalam waktu dekat akan menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota Jambi.
Ia menyampaikan promosi wisata diperlukan untuk membangkitkan ekonomi Pariaman yang terdampak pandemi COVID-19.
Ia menyebutkan setidaknya ada 45 iven wisata di Pariaman yang akan dilaksanakan oleh Pemkot Pariaman dan sejumlah komunitas setempat selama 2021.
"Agendanya macam-macam, ada Tabuik, pesta pantai saat lebaran, dan Silek On The Sea. Apa itu Silek On The Sea? Nanti datang ke Pariaman dan saksikan," katanya.
Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Sumatera Barat (Sumbar) meluncurkan kalender kegiatan atau iven wisata di Kota Pekanbaru, Riau guna menggaet warga daerah itu untuk datang berlibur ke kota yang dikenal sebagai kota tabuik dan matahari terbenam tersebut.
"Kunjungan wisatawan ke Pariaman paling besar itu dari Pekanbaru sehingga kami kembali meluncurkan kalender iven di sini," kata Walikota Pariaman Genius Umar pada Pameran Budaya, Wisata, dan Bisnis ke II di Pekanbaru.
Ia mengatakan pada awal 2019 Pemkot Pariaman meluncurkan kalender iven di Pekanbaru sehingga pada tahun tersebut kunjungan wisatawan asal daerah itu mencapai 90 persen dari jumlah kunjungan wisatawan yang ada.
Ia menyampaikan meskipun kunjungan wisatawan asal Pekanbaru banyak bahkan hingga sekarang namun pariwisata di Kota Pariaman tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga hingga saat ini Genius mengklaim belum ada penyebaran COVID-19 di Pariaman dari klaster pasar dan pariwisata.
Hal tersebut, lanjutnya juga karena pariwisata di Pariaman bersifat terbuka atau 'outdoor' yang didukung oleh jumlah objek wisata yang banyak dan luas sehingga dapat mengurangi potensi penyebaran COVID-19.*
Pewarta : Aadiaat MS
Editor : Miko Elfisha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumbar Hentikan Sementara Aktivitas Tambang Bermasalah di Padang Pariaman
11 February 2026 11:07 WIB
Komisi III DPR tolak hukuman mati ayah bunuh pelaku pelecehan anaknya di Pariaman
11 February 2026 10:19 WIB
Pemkot Pariaman latih pelaku UMKM produksi kue-minuman kekinian berbasis lokal
10 February 2026 18:40 WIB
Sebanyak 100 UMKM Terdampak Bencana di Pariaman Terima Bantuan BI--Kementerian
10 February 2026 15:34 WIB