UT selenggarakan wisuda secara daring
Selasa, 21 Juli 2020 13:08 WIB
Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat dalam wisuda daring yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (21/7). (ANTARA/Indriani)
Jakarta (ANTARA) - Universitas Terbuka (UT) untuk pertama kalinya menyelenggarakan wisuda periode II tahun akademik 2019/2020 secara daring yang diikuti 903 mahasiswa dari seluruh provinsi di Tanah Air dan luar negeri.
"Sejak awal pendiriannya, UT memantapkan diri sebagai insitusi pendidikan jarak jauh (PJJ). Dengan kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini, UT selangkah lebih maju dibandingkan perguruan tinggi lain yang baru memulai PJJ," ujar Rektor UT Prof Ojat Darojat dalam sambutannya di Jakarta, Selasa.
Wisuda daring kali ini mengangkat tema "UT pada Era Adaptasi Kebiasaan Baru". Rektor UT menjelaskan bahwa pandemi COVID-19 telah menjungkirbalikkan pola bekerja dan belajar.
Pembelajaran tidak lagi bisa dilakukan secara konvensional atau tatap muka karena sebagian besar daerah di Indonesia pada zona kuning, oranye dan merah.
"Pada era adaptasi kebiasaan baru ini, kita harus bisa melakukan adaptasi dalam bekerja dan belajar di tengah pandemi COVID-19," jelas dia.
UT memantapkan diri sebagai institusi atau perguruan tinggi jarak jauh (PTJJ). Inovasi teknologi PJJ harus terus dikembangkan. Setelah berusia 36 tahun, lanjut dia, UT telah bertransformasi menjadi PTJJ yang modern dengan capaian dan terobosan yang memungkinkan pelaksanaan PJJ lebih luwes dan terjangkau.
"UT telah berhasil melakukan terobosan mulai dari registrasi, layanan digital, PJJ synchronous maupun asynchronous, dan lainnya," terang Rektor.
Di samping berinovasi pada layanan pendidikan dan akademik, lanjut dia, UT juga menjadi rujukan PJJ. UT bekerja sama dengan perguruan tinggi lain dalam menyelenggarakan PJJ terutama pada masa pandemi COVID-19.
Dalam pelaksanaan wisuda UT secara daring tersebut, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin turut memberikan sambutan.
Wisuda daring tersebut terdiri dari lulusan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi (FE), serta lulusan Program Magister.
Wisudawan mengikuti acara wisuda tersebut melalui aplikasi zoom bagi mahasiswa yang berada di rumah. Sedangkan perwakilan lulusan terbaik masing-masing sebanyak 5 mahasiswa mengikuti acara wisuda yang tersebar di 39 Kantor Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT se-Indonesia melalui fasilitas video conference (Vicon).
Sementara prosesi wisuda yang dihadiri oleh Senat Universitas berlangsung di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Wisudawan terbaik dalam wisuda kali ini untuk Program Magister adalah Amna Fitri, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bidang Minat Administrasi Publik dari UPBJJ-UT Banda Aceh dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4.00 (Predikat Kelulusan dengan Pujian).
Sedangkan untuk program studi S1 lulusan terbaik adalah Tukiyah dari Program Studi Pendidikan Guru PAUD. Mahasiswa UPBJJ-UT Purwokerto ini meraih IPK 3.99 (Predikat Kelulusan dengan Pujian).
Sementara, wisudawan UT di luar negeri yakni Zainal A'rifin (Arab Saudi), Fitri Sholekah (Korea Selatan), Muhammad Solihuddin Muktar (Taiwan), dan Marotun (Hongkong)
.
"Sejak awal pendiriannya, UT memantapkan diri sebagai insitusi pendidikan jarak jauh (PJJ). Dengan kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini, UT selangkah lebih maju dibandingkan perguruan tinggi lain yang baru memulai PJJ," ujar Rektor UT Prof Ojat Darojat dalam sambutannya di Jakarta, Selasa.
Wisuda daring kali ini mengangkat tema "UT pada Era Adaptasi Kebiasaan Baru". Rektor UT menjelaskan bahwa pandemi COVID-19 telah menjungkirbalikkan pola bekerja dan belajar.
Pembelajaran tidak lagi bisa dilakukan secara konvensional atau tatap muka karena sebagian besar daerah di Indonesia pada zona kuning, oranye dan merah.
"Pada era adaptasi kebiasaan baru ini, kita harus bisa melakukan adaptasi dalam bekerja dan belajar di tengah pandemi COVID-19," jelas dia.
UT memantapkan diri sebagai institusi atau perguruan tinggi jarak jauh (PTJJ). Inovasi teknologi PJJ harus terus dikembangkan. Setelah berusia 36 tahun, lanjut dia, UT telah bertransformasi menjadi PTJJ yang modern dengan capaian dan terobosan yang memungkinkan pelaksanaan PJJ lebih luwes dan terjangkau.
"UT telah berhasil melakukan terobosan mulai dari registrasi, layanan digital, PJJ synchronous maupun asynchronous, dan lainnya," terang Rektor.
Di samping berinovasi pada layanan pendidikan dan akademik, lanjut dia, UT juga menjadi rujukan PJJ. UT bekerja sama dengan perguruan tinggi lain dalam menyelenggarakan PJJ terutama pada masa pandemi COVID-19.
Dalam pelaksanaan wisuda UT secara daring tersebut, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin turut memberikan sambutan.
Wisuda daring tersebut terdiri dari lulusan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi (FE), serta lulusan Program Magister.
Wisudawan mengikuti acara wisuda tersebut melalui aplikasi zoom bagi mahasiswa yang berada di rumah. Sedangkan perwakilan lulusan terbaik masing-masing sebanyak 5 mahasiswa mengikuti acara wisuda yang tersebar di 39 Kantor Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT se-Indonesia melalui fasilitas video conference (Vicon).
Sementara prosesi wisuda yang dihadiri oleh Senat Universitas berlangsung di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Wisudawan terbaik dalam wisuda kali ini untuk Program Magister adalah Amna Fitri, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bidang Minat Administrasi Publik dari UPBJJ-UT Banda Aceh dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4.00 (Predikat Kelulusan dengan Pujian).
Sedangkan untuk program studi S1 lulusan terbaik adalah Tukiyah dari Program Studi Pendidikan Guru PAUD. Mahasiswa UPBJJ-UT Purwokerto ini meraih IPK 3.99 (Predikat Kelulusan dengan Pujian).
Sementara, wisudawan UT di luar negeri yakni Zainal A'rifin (Arab Saudi), Fitri Sholekah (Korea Selatan), Muhammad Solihuddin Muktar (Taiwan), dan Marotun (Hongkong)
.
Pewarta : Indriani
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pariaman-UT perluas akses pendidikan tinggi dukung program satu keluarga satu sarjana
27 July 2026 20:01 WIB
Pariaman bekerja sama dengan Universitas Terbuka tingkatkan SDM guru PAUD
09 January 2020 15:08 WIB, 2020
86 pekerja migran Indonesia berhasil gondol gelar sarjana di Hong Kong
03 January 2020 11:02 WIB, 2020
Dulu identik jadi guru, kini peluang karir sarjana matematika terbuka lebar, apa saja ?
24 September 2019 15:10 WIB, 2019
Kopertis dan Universitas Terbuka kembangkan kuliah jarak jauh lewat teknologi dalam jaringan
08 March 2018 9:59 WIB, 2018
Terpopuler - Kampus
Lihat Juga
Wisuda IV Unand 2026, Rektor : Keunggulan akademik perlu didukung fondasi moral yang kuat
18 September 2026 19:51 WIB
Kolaborasi Tiga Perguruan Tinggi Perkuat Ketahanan Bencana Nagari Malalak
15 September 2026 11:01 WIB
Unand Terapkan Smart Fish Feeder IoT untuk pulihkan budidaya ikan Pascabanjir di Padang Panjang
15 September 2026 8:39 WIB
UNP Perkuat Ketahanan Gizi dan Ekonomi di daerah bencana lewat Inovasi Olahan Sawo-Alpukat
09 September 2026 11:25 WIB
PGPAUD UNP Luncurkan SMART-KIDS pulihkan pembelajaran pascabanjir di Agam
08 September 2026 16:24 WIB
Tim PPK Ormawa HIMATEKOM Unand kenalkan Inovasi Teknologi Ukur Gizi di Dies Natalis Unand ke-70
31 August 2026 10:57 WIB
Dosen UNP edukasi perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual lewat pengabdian masyarakat
24 August 2026 11:45 WIB
FEB UNP bekali ibu-Ibu Majelis Taklim di Padang pengelolaan keuangan syariah
16 August 2026 13:05 WIB