
Wisuda IV Unand 2026, Rektor : Keunggulan akademik perlu didukung fondasi moral yang kuat

Padang (ANTARA) - Sebanyak 2.498 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) resmi melewati salah satu tonggak penting perjalanan akademiknya dalam Wisuda IV tahun 2026 yang digelar Jumat (18/9).
Dalam prosesi wisuda tersebut, Rektor Unand, Dr. Efa Yonnnedi, S.E, MPPM., Akt., berpesan agar para lulusan tidak hanya membawa ijazah, melainkan juga kapasitas adaptasi yang tinggi, semangat belajar sepanjang hayat, serta integritas yang kokoh.
Efa memaparkan bahwa dunia pascakampus yang akan dihadapi para lulusan memiliki dinamika yang jauh berbeda. Disrupsi teknologi, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), dan perubahan lanskap dunia kerja menuntut setiap individu untuk terus belajar dan fleksibel dalam menyesuaikan diri. Oleh karena itu, alumni UNAND dituntut menjadi pribadi yang future ready—siap menghadapi perubahan, mampu menjawab persoalan baru, terbuka terhadap kolaborasi, dan memiliki karakter kuat.
“Future ready artinya ananda memiliki kemampuan untuk terus belajar, bahkan setelah bangku kuliah ditinggalkan,” ujar Efa dalam sambutannya di Padang, Jumat.
Kendati demikian, Efa mengingatkan bahwa keunggulan akademik tidak akan berarti tanpa fondasi moral yang kuat. Di tengah kompetisi global yang ketat, karakter dan integritas merupakan aspek krusial dalam menjaga kepercayaan serta tanggung jawab.
“Ilmu tanpa adab adalah bahaya. Kemampuan tanpa integritas adalah bencana,” tegas Rektor.
Rektor menggarisbawahi bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan momentum awal bagi lulusan untuk mengaplikasikan ilmu sekaligus membuktikan karakter yang telah ditempa di lingkungan kampus. Kemampuan untuk terus mengembangkan diri dinilai menjadi modal penting di tengah perubahan yang berlangsung cepat.
Selain kompetensi mandiri, lulusan juga dituntut mampu berkolaborasi lintas disiplin, budaya, dan generasi. Pesan ini sejalan dengan pembekalan yang diterima para wisudawan mengenai pentingnya menjaga integritas.
Di hadapan para wisudawan, Efa juga mengutip pepatah Minangkabau sebagai bekal motivasi: “Karatau madang di hulu, babuah babungo alun — marantau bujang dahulu, di rumah paguno balun.”
Bagi Efa, merantau bukan sekadar berpindah secara geografis, melainkan sebuah kesempatan emas untuk belajar, berkarya, dan memberikan kemanfaatan nyata bagi masyarakat. Ia pun menutup sambutan dengan menitipkan tiga pesan utama: menjadikan belajar sebagai gaya hidup, menjaga hubungan sosial melalui empati dan kolaborasi, serta merawat reputasi sebagai aset karier yang berharga.
“Kami, seluruh keluarga besar Universitas Andalas, melepas ananda hari ini dengan penuh kebanggaan dan penuh doa. Pergilah dengan ilmu di kepala. Pergilah dengan iman di dada. Pergilah dengan cinta pada negeri ini di hati. Dan kembalilah — dalam bentuk apa pun sebagai manusia yang bermanfaat,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor turut memaparkan sejumlah capaian strategis UNAND hingga tahun 2026. Universitas Andalas tercatat telah mengantongi akreditasi institusi Unggul dari BAN-PT yang berlaku hingga Desember 2028. Sebagian besar program studi (prodi) juga telah meraih akreditasi Unggul/A, dengan 29 prodi di antaranya telah memperoleh akreditasi atau sertifikasi internasional. Guna menjawab kebutuhan zaman, UNAND juga telah membuka 28 prodi baru sepanjang periode 2022–2026.
Di bidang riset, UNAND membukukan 1.574 proyek penelitian sepanjang 2025. Performa ini diperkuat pada tahun 2026 dengan proporsi publikasi pada jurnal bereputasi internasional Q1-Q2 yang mencapai 51,7 persen. Akselerasi ekosistem riset ini turut didukung oleh investasi modern pada peralatan laboratorium terpadu.
Pada sektor inovasi dan hilirisasi, UNAND melalui PDRPI Fakultas Kedokteran telah berhasil mengembangkan dan menghilirkan 33 produk bioteknologi kesehatan. Selain itu, universitas juga memproduksi inovasi berupa tinta untuk kegiatan pemili berbasis riset gambir.
Prestasi tersebut mengerek posisi UNAND di kancah global. Berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education (THE) 2026, UNAND bertengger pada rentang 201-250 dunia untuk bidang Interdisciplinary Science Research. Sementara dalam pemeringkatan QS Asia, posisi UNAND melonjak signifikan ke peringkat 396 pada 2026, setelah sebelumnya berada di peringkat 470 pada 2025.
Kemajuan ini diimbangi dengan transformasi layanan akademik dan administrasi berbasis digital. Sepanjang 2025, UNAND telah menerapkan tanda tangan elektronik pada ijazah, menghadirkan platform MyUNAND, mengoperasikan SAKU Digital, serta memperkuat integrasi layanan melalui Pusat Layanan Terpadu.
Dengan tambahan lulusan pada prosesi ini, UNAND mencatat telah meluluskan total 6.538 wisudawan sepanjang 2026. Saat ini, komunitas akademik UNAND diperkuat oleh lebih dari 36.000 mahasiswa aktif yang tersebar di 154 program studi mulai dari jenjang vokasi hingga doktoral.*
Pewarta: Ril/Ant
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
