Indonesia tak perlu impor, stok beras cukup hingga Desember
Selasa, 23 Juni 2020 21:47 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (tengah) di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Selasa. (Perum Bulog)
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskanIndonesia tidak memerlukan opsi impor mengingat stok beras yang diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan Nasional hingga akhir Desember 2020.
Budi Waseso atau akrab disapa Buwas menyebutkan bahwa stok beras yang dikelola Bulog saat ini mencapai 1,4 juta ton. Volume tersebut dinilai masih terjaga dengan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang harus dikelola Bulog di kisaran 1-1,5 juta ton.
"Sampai hari ini kita masih punya (stok beras) 1,4 juta ton, ini juga masih berlangsung penyerapan, jadi ini yang meyakinkan saya bahwa beras kita ini cukup untuk kegiatan sampai bulan Desember," kata Buwas di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Selasa.
Buwas menjelaskan bahwa saat ini Bulog masih memaksimalkan penyerapan produksi gabah petani dari panen musim pertama yang berlangsung April sampai Juni.
Meski Bulog juga terus menyalurkan bantuan sosial (bansos) beras Presiden, sebagai penugasan yang diberikan Pemerintah, stok CBP yang dikelola di gudang Bulog dinilai masih mencukupi.
Bulog juga akan memaksimalkan penyerapan gabah pada panen musim kedua, yakni sekitar September-November untuk menambah stok kebutuhan pangan hingga 2021, atau menjelang panen berikutnya.
"Beras kita cukup penyaluran sampai bulan Desember, bahkan nanti penyerapan September-November saat panen lagi, kita akan serap sebanyak mungkin," kata Buwas.
Buwas menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memetakan wilayah yang sedang dan masih panen, mengingat waktu panen antarprovinsi berbeda.
"Ada beberapa wilayah di Lampung baru mulai panen, kita serap sebanyaknya, karena nanti kalau lebih, penyerapan di Lampung akan kita dorong untuk wilayah DKI, wilayah yang kurang (beras)," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memperkirakan neraca beras hingga akhir Desember 2020 masih tersisa stok sebesar 6,1 juta ton sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan selama masa pandemi.
"Stok akhir kita memasuki Desember, masuk ke Februari-Maret (2021) karena musim tanam selanjutnya adalah Februari-Maret, masih tersisa sekitar 6 juta ton," kata Mentan Syahrul dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (22/6).
Budi Waseso atau akrab disapa Buwas menyebutkan bahwa stok beras yang dikelola Bulog saat ini mencapai 1,4 juta ton. Volume tersebut dinilai masih terjaga dengan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang harus dikelola Bulog di kisaran 1-1,5 juta ton.
"Sampai hari ini kita masih punya (stok beras) 1,4 juta ton, ini juga masih berlangsung penyerapan, jadi ini yang meyakinkan saya bahwa beras kita ini cukup untuk kegiatan sampai bulan Desember," kata Buwas di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Selasa.
Buwas menjelaskan bahwa saat ini Bulog masih memaksimalkan penyerapan produksi gabah petani dari panen musim pertama yang berlangsung April sampai Juni.
Meski Bulog juga terus menyalurkan bantuan sosial (bansos) beras Presiden, sebagai penugasan yang diberikan Pemerintah, stok CBP yang dikelola di gudang Bulog dinilai masih mencukupi.
Bulog juga akan memaksimalkan penyerapan gabah pada panen musim kedua, yakni sekitar September-November untuk menambah stok kebutuhan pangan hingga 2021, atau menjelang panen berikutnya.
"Beras kita cukup penyaluran sampai bulan Desember, bahkan nanti penyerapan September-November saat panen lagi, kita akan serap sebanyak mungkin," kata Buwas.
Buwas menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memetakan wilayah yang sedang dan masih panen, mengingat waktu panen antarprovinsi berbeda.
"Ada beberapa wilayah di Lampung baru mulai panen, kita serap sebanyaknya, karena nanti kalau lebih, penyerapan di Lampung akan kita dorong untuk wilayah DKI, wilayah yang kurang (beras)," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memperkirakan neraca beras hingga akhir Desember 2020 masih tersisa stok sebesar 6,1 juta ton sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan selama masa pandemi.
"Stok akhir kita memasuki Desember, masuk ke Februari-Maret (2021) karena musim tanam selanjutnya adalah Februari-Maret, masih tersisa sekitar 6 juta ton," kata Mentan Syahrul dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (22/6).
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog Bukittinggi serap Cadangan Beras Pemerintah di Pasaman dan Pasaman Barat
12 February 2026 19:21 WIB
BNPB kirimkan ratusan ton beras ke korban bencana hidrometeorologi di Agam (Video)
16 December 2025 15:17 WIB
Pemkot Solok salurkan cadangan beras pemerintah untuk warga terdampak banjir
15 December 2025 22:07 WIB
Bapanas salurkan 40,2 ton beras bagi korban bencana hidrometeorologi di Agam
09 December 2025 10:58 WIB
Pemkab Pesisir Selatan Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Ranah Pesisir Terdampak Bencana
04 December 2025 14:13 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB