Juni, stok gula pasir Bulog berlimpah hingga 75.000 ton
Jumat, 15 Mei 2020 11:48 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso saat memantau kegiatan stabilisasi harga di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat. (Perum Bulog)
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebutkan bahwa stok gula pasir yang dikelola Bulog akan melimpah pada Juni baik dari produksi tebu lokal maupun importasi dari India.
Budi Waseso atau akrab disapa Buwas menyatakan bahwa hingga Juni nanti, Bulog akan memiliki stok gula pasir konsumsi hingga 75.000 ton, yang berasal dari 25.000 ton produksi dalam negeri dan 50.000 ton dari gula impor asal India.
"Produksi kita kurang lebih ada 25.000 ton untuk bulan depan, sekarang sedang digiling. Jadi masyarakat tidak usah khawatir. Pabrik-pabrik gula lokal sudah mulai berproduksi, jadi bulan depan banjir lah," kata Buwas usai memantau kegiatan stabilisasi harga di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat.
Selain dari produksi tebu lokal, Bulog juga mendapat penugasan importasi gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi sebanyak 50.000 ton. Dari total tersebut, sebanyak 21.800 ton gula pasir dari India telah tiba, sedangkan sisanya akan tiba sebelum Hari Raya Idul Fitri pada pekan depan.
Buwas mengakui bahwa harga gula selama beberapa bulan terakhir masih mahal karena produksi tebu dalam negeri belum siap dipanen dan diolah sehingga tidak ada produksi.
Selain itu, Bulog juga tidak memiliki stok, sehingga tidak bisa mengintervensi pasar dan menstabilisasi harga. Oleh karena itu, BUMN Pangan tersebut mendapat penugasan importasi gula, namun sayangnya terjadi keterlambatan mendatangkan gula dari India karena negara tersebut menerapkan "lockdown" untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Selain dari impor, Buwas mengatakan Kementerian Perdagangan telah mengalihkan stok sebesar 250.000 ton gula rafinasi yang biasa digunakan oleh industri makanan dan minuman, untuk diolah menjadi gula kristal putih atau gula konsumsi masyarakat.
Dengan demikian, stok gula pasir di pasaran diharapkan berlimpah dan menekan harga yang saat ini masih terpantau tinggi.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Jumat (15/5) ini sudah mencapai Rp17.400 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga acuan tingkat konsumen sebesar Rp12.500 per kg.
Oleh karena itu, Perum Bulog mulai melakukan kegiatan operasi pasar khusus gula secara serentak di seluruh Indonesia, dengan harga yang dijual ke pedagang eceran sebesar Rp11.000 per kg. Dengan begitu, diharapkan harga gula di tingkat konsumen tidak lebih dari Rp12.500 per kg.
"Kami optimis bahwa harga gula bisa kembali ke HET, setiap pedagang nanti kita mintakan surat pernyataannya untuk menjual maksimal seharga HET Rp12.500 per kg dan jika ada yang melanggar, kita akan laporkan kepada Satgas Pangan," kata Buwas.
Pada kegiatan operasi pasar di Pasar Jatinegara ini, Bulog menyalurkan gula sebanyak 200 kg ke masing-masing toko. Setelah nanti stok habis, Bulog segera memasok kembali agar stok melimpah.
Budi Waseso atau akrab disapa Buwas menyatakan bahwa hingga Juni nanti, Bulog akan memiliki stok gula pasir konsumsi hingga 75.000 ton, yang berasal dari 25.000 ton produksi dalam negeri dan 50.000 ton dari gula impor asal India.
"Produksi kita kurang lebih ada 25.000 ton untuk bulan depan, sekarang sedang digiling. Jadi masyarakat tidak usah khawatir. Pabrik-pabrik gula lokal sudah mulai berproduksi, jadi bulan depan banjir lah," kata Buwas usai memantau kegiatan stabilisasi harga di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat.
Selain dari produksi tebu lokal, Bulog juga mendapat penugasan importasi gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi sebanyak 50.000 ton. Dari total tersebut, sebanyak 21.800 ton gula pasir dari India telah tiba, sedangkan sisanya akan tiba sebelum Hari Raya Idul Fitri pada pekan depan.
Buwas mengakui bahwa harga gula selama beberapa bulan terakhir masih mahal karena produksi tebu dalam negeri belum siap dipanen dan diolah sehingga tidak ada produksi.
Selain itu, Bulog juga tidak memiliki stok, sehingga tidak bisa mengintervensi pasar dan menstabilisasi harga. Oleh karena itu, BUMN Pangan tersebut mendapat penugasan importasi gula, namun sayangnya terjadi keterlambatan mendatangkan gula dari India karena negara tersebut menerapkan "lockdown" untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Selain dari impor, Buwas mengatakan Kementerian Perdagangan telah mengalihkan stok sebesar 250.000 ton gula rafinasi yang biasa digunakan oleh industri makanan dan minuman, untuk diolah menjadi gula kristal putih atau gula konsumsi masyarakat.
Dengan demikian, stok gula pasir di pasaran diharapkan berlimpah dan menekan harga yang saat ini masih terpantau tinggi.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Jumat (15/5) ini sudah mencapai Rp17.400 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga acuan tingkat konsumen sebesar Rp12.500 per kg.
Oleh karena itu, Perum Bulog mulai melakukan kegiatan operasi pasar khusus gula secara serentak di seluruh Indonesia, dengan harga yang dijual ke pedagang eceran sebesar Rp11.000 per kg. Dengan begitu, diharapkan harga gula di tingkat konsumen tidak lebih dari Rp12.500 per kg.
"Kami optimis bahwa harga gula bisa kembali ke HET, setiap pedagang nanti kita mintakan surat pernyataannya untuk menjual maksimal seharga HET Rp12.500 per kg dan jika ada yang melanggar, kita akan laporkan kepada Satgas Pangan," kata Buwas.
Pada kegiatan operasi pasar di Pasar Jatinegara ini, Bulog menyalurkan gula sebanyak 200 kg ke masing-masing toko. Setelah nanti stok habis, Bulog segera memasok kembali agar stok melimpah.
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Musim panen raya, Presiden minta Bulog serap gabah petani sebanyak-banyaknya
11 March 2023 15:35 WIB, 2023
Bulog usulkan anggaran pangan Rp19 triliun untuk ketersediaan pangan dan pengadaan cadangan beras
25 June 2020 14:30 WIB, 2020
Buwas pastikan beras Bulog sisa impor kualitasnya masih bagus dan layak konsumsi
27 February 2020 14:28 WIB, 2020
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB
Sabtu (07/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,961 juta/gr dan Galeri24 Rp2,946 juta/gr
07 February 2026 8:53 WIB